Direktur PT PLN Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Hariyanto WS (kiri) didampingi General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Doddy B Pangaribuan meresmikan launching pelayanan listrik 24 jam di Desa Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Selasa (9/4/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

PULOAMPEL, SSC – Setelah puluhan tahun, warga yang tinggal di Desa Pulo Panjang, Kecamatan Puloampel baru bisa menikmati listrik selama 24 jam. Pulo Panjang yang merupakan salah satu pulau terpencil di Kabupaten Serang ini sebelumnya teraliri listrik hanya 12 jam sejak tahun 1987.

Plt Kepala Desa Pulo Panjang, Wahyu Ifan Setiawan mengatakan, penggunaan listrik di Pulo Panjang sebelumnya sangat terbatas. Namun saat ini, kata dia, masyarakat sudah dapat bisa menikmati listrik satu hari penuh.

“Selama ini, ini merupakan impian yang menjadi kenyataan bagi kami masyarakat Pulo Panjang. Kita sebetulnya sudah 100 persen menikmati listrik, hanya saja tebatas dari jam 18.00 sore sampai jam 06.00 pagi,” ujarnya usai kegiatan Launching Pelayanan Listrik 24 Jam dan 100 persen meterisasi pelanggan PLN di Pulo Panjang, Selasa (9/4/2019).

Ia menyatakan, ada sekitar 936 Kepala Keluarga (KK) yang menghuni di Desa Pulo Panjang. Kebanyakan di dalam satu rumah ditempati 2 hingga 3 KK. Ia bersyukur dengan peran dari pemerintah pusat, daerah dan utamanya PLN, masyarakat sudah bisa menikmati listrik 24 jam.

“Ini merupakan suatu impian yang menjadi nyata, kami ucapkan terima kasih banyak kepada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten dan juga PLN yang telah memberikan pelayanan maksimal untuk kami, masyarakat desa Pulo Panjang. Sehingga kami merasakan, negara hadir untuk kami untuk masyarakat pulo panjang yang ada di wilayah kepulauan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur PT PLN Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Hariyanto WS mengatakan,
Launching pelayanan 24 jam listrik di Pulo Panjang ini merupakan program pemerintah pusat melalui PLN dalam mendukung capaian rasio elektrifikasi 99 persen. Pulo Panjang, kata dia, menjadi satu daerah sasaran pemasangan listrik 24 jam yang ditargetkan selesai pada 2019 ini.

“Untuk di Banten ini masih ada satu pulau disini yang beroperasi 12 jam. Sehingga kemufian ini menjadi target kita untuk kita selesaikan tahun 2019 bisa menyala 24 jam,” ungkapnya.

Sat ini, kata dia, 100 persen warga di Desa Pulo Panjang sudah memiliki Kwh sendiri. Kebanyakan dari mereka sebelumnya menumpang sambungan listrik ke tetangga atau saudaranya agar dapat menikmati listrik.

“Konsumen kita 691 ditambah 112 jadi 803. Jadi sebetulnya 100 persen di sini sudah menikmati listrik tapi ada 112 ada yang nyantol,” terangnya.

Dengan penambahan kapasitas 100 Kwh di siang hari dan 250 Kw di malam hari, ia berharap, taraf hidup masysrakat dapat ditingkatkan. Masyarakat juga diminta dapat produktif bukan konsumtif. Dengan begitu, perekonomian menjadi tumbuh dan beekembang.

“Bisa nyala 24 jam ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk peningkatan ekonominya, kegiatan produktif bukan hanya nonton TV dan sebagainya,” pungkasnya.

Launching kegiatan ini dikawal oleh Kapal Patroli Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Polairud) Polda Banten. Selain Direktur PT PLN Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Hariyanto meresmikan launching itu, turut hadir General Managet PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Doddy B Pangaribuan, Manager UP3 Banten Utara, Sugeng Widodo, Asisten Daerah 1 Kabupaten Serang, Asep Saefudin dan pejabat forkopinda lainnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?