SERANG, SSC – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Serang melakukan inspeksi dadakan (Sidak) ke salah salah satu pusat perbelanjaan di Kota Serang, Mal Ramayana. Sidak yang dilakukan ini, untuk memastikan semua karyawan yang bekerja di perusahaan menerima THR (Tunjangan Hari Raya) keagamaan tujuh hari sebelum lebaran.

Pantauan SSC di lokasi, tim dari Disnaker mulai sidak pukul 11.00 WIB. Sidak langsung dihadiri Kepala Bidang Hubungan Industri Ratu Ani Nuraeni, Wakil Ketua Kadin Kota Serang Dada Fathoni, HRD Ramayana Serang Nor Sri Ayuna Ginting.

Kabid Hubungan Industri Ratu Ani Nuraeni mengatakan, THR wajib dibayarkan oleh setiap perushaaan kepada pekerja/buruh paling lambat H-7 Lebaran sebesar 1 (satu) gaji bulan sebagaimana yang tertuang dalam pasal 5 (lima) ayat 4 Permenaker 6 tahun 2016 tentang THR.

“Jika ditemukan ada perusahan di Kota Serang yang terlambat atau tidak membayarkan THR kepada pegawainya, perushaaan itu akan dikenakan denda sebesar lima persen,” kata Ratu kepada sejumlah wartawan usai melakukan sidak ke Ramayana Serang, Rabu (30/5/2018)

Ia menambahkan, denda yang diterima perusahaan yang telat membayar THR kepada karyawan sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) nomor 78 tahun 2015 tentang denda 5 persen untuk perusahaan.

“Sudah jelas aturan ini tercantum. Barang siapa perusahaan yang melanggar siap dikenakan denda yang musti dibayarkan oleh perusahaan tersebut,” tambahnya.

Ratu mengungkapkan, perusahaan yang tercantum di Disnaker Kota Serang sebanyak 1506 perusahaan sedangkan perusahaan yang memiliki tenaga kerja diatas 50 karyawan sebanyak 100 perusahaan di Kota Serang.

“Sejauh ini perusahaan di Kota Serang berdasarkan wajib lapor ada sebanyak 1506 perusahaan sedangkan yang kita tinjau sendiri ada 100 perusahaan. 100 perusahan ini yang memiliki diatas 50 karyawan bekerja,” ungkapnya.

Untuk membantu pengaduan masyatakat terkait pembayaran THR, sambung Ratu, Disnaker Kota Serang juga membuka posko pengaduan THR bagi para pegawai yang memang belum mendapatkan haknya. “Sejauh ini posko yang kita buka belum ada aduan dari para pegawai yang bekerja di perusahaan,” tegasnya.

“Kita ingin memudahkan masyarakat atau karyawan untuk mengadukan adanya perushaaan yang memang sengaja telat membayar THR untuk karyawan. Meskipun posko sudah kita bila, sejauh ini belum ada aduan dari para pegawai yang bekerja di perusahaan,” sambungnya.

Sementara itu, HRD Ramayana Serang Nor Sri Ayuna mengatakan pihaknya sejauh ini tidak pernah terlambat untuk membayar THR karyawanya. Untuk pembayaran THR, akan direncanakan diberikan pada 5 Juni 2018 mendatang.

“Kebetulan kita akan berikan tanggal 5 Juni, dan uang tunjangan sudah ada di master jadi tinggal dibagiin aja nanti,” ucap Noor seraya mengaku besaran pembayaran yang akan dibayarkan sebesar satu bulan gaji.

“H-10 sudah diberikan nanti semuanya melalui transfer langsung ke pegawai,” ucapnya. (Ully/red)

Komnetar anda tentang berita diatas?