CILEGON, SSC – Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon mengalami kekosongan khususnya untuk golongan AB. Begitupun stok darah lain seperti golongan A, B dan O juga mengalami krisis.

Bagian Sekretariat UDD PMI Kota Cilegon, Raflesiani tak menampik saat ini kondisi stok darah di PMI Kota Cilegon mengalami kekosongan. Kosongnya stok darah kali ini, lantaran kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah ya ke PMI Kota Cilegon selama libur Lebaran minim.

“Kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya ke PMI masih rendah. Ini juga yang menjadi penyebab kenapa stok darah di sini selalu kosong,” kata Raflesiani dikonfirmasi, Kamis (13/6/2019).

Raflesiani memperkirakan kondisi menipisnya stok darah tidak akan berlangsung lama. Ia memastikan kondisi ini akan normal kembali pada pekan depan.

“Saya sih bisa pastikan minggu depan bisa normal kembali stok darah di PMI Cilegon. Untuk mengupayakan stok darah kembali normal, kita (PMI,red) tetap mengajak dan menghimbau masyarakat untuk mendonorkan darahnya ke PMI,” tuturnya.

“Kita minta agar masyarakat bisa sadar dan mau memberikan darahnya untuk masyarakat yang membutuhkan darah,” sambung dia.

Sementara, untuk kantong darah yang rutin diterima per bulan sekitar 900 sampai 1.000 kantong darah. Meski mengalami krisis golongan darah, jika ada pasien yang membutuhkan transfusi darah, maka harus mencari pendonor dari pihak keluarga atau kerabat yang golongan darahnya sama.

“Kami tetap imbau agar para masyarakat mendonorkan darahnya. Partisipasi masyarakat kami harapkan,” tandasnya.

Terpisah, Humas Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon Zainal Muttaqien mengatakan, jika beberapa hari terakhir juga ada pasien DBD di RKSM. Tentunya, dalam perawatan juga membutuhkan darah untuk transfusi.

“Kita sih berharap kondisi ini cepat selesai. Sehingga masyarakat yang menuturkan darah dapat tertolong,” pungkasnya. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here