Tumpukan sampah yang berada di Tambatan perahu nelayan yang berada di Lingkungan Madaksa Sebrang,” Kamis (2/6/2022) Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menanggapi sampah yang menumpuk di tambatan perahu nelayan di Lingkungan Madaksa Seberang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak.

Kadis Lingkungan Hidup Kota Cilegon (LH) Kota Cilegon, Rasmi Widyani, Selasa (7/6/2022) menyatakan, penanganan sampah di Medaksa tidak sepenuhnya kewenangan pihaknya. Pertama, jika berada di muara sungai, sampah menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Setelah sampah terangkat dari sungai ke darat, kemudian proses pengangkutan dilakukan pihaknya.

“Ini bukan tanggung jawab kami (LH) tapi PU. Kalau sudah diangkat dari muara sungai baru kita angkut ke mobil pengangkut milik kami. Kami memang urusan sampahnya. Makanya persoalan pendangkalan Muara Sungai Medaksa itu harus ditangani lintas kedinasan,” kata Rasmi.

Baca juga  Cabuli Anak Pacar Sendiri, Pria di Cilegon Dibekuk Polisi

“Tentu saja kami akan buang sampah-sampah itu ke TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir). Itu pun setelah sampah-sampah itu dikeruk dari dasar muara sungai itu,” sambungnya.

Meski persoalan sampah di tambatan perahu nelayan Medaksa harus ditangani lintas dinas, pihaknya tetap akan segera memanggil UPT Sampah di Kecamatan Pulomerak. Ini untuk membahas kegiatan ke depan, pasca normalisasi serta pengangkutan sampah dari Muara Sungai Medaksa.

“Setelah normalisasi selesai, saya akan segera berkomunikasi dengan UPT Sampah Kecamatan Pulomerak. Ini untuk menjaga daerah tersebut dari potensi pendangkalan kembali,” tuturnya.

Menurut Rasmi Widyani, wilayah tersebut memerlukan sebuah lokasi pembuangan sampah sementara untuk masyarakat sekitar. Kemudian kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai juga harus ditingkatkan.

Baca juga  Lapas Cilegon Bangun Blok Hunian Baru Tampung Narapidana Beresiko Tinggi

“Setelah saya lihat, memang kesadaran masyarakat terhadap sampah memang sangat kurang. Buktinya, bisa dilihat. Banyak tumpukan sampah yang memang tidak enak dipandang. Mulai dari kasur kursi, bahkan sofa pun ada di dasar Muara Sungai Medaksa,” pungkasnya. (Ully/Red)