CILEGON, SSC – Puluhan perusahaan dikumpulkan Pemerintah Kota Cilegon di Aula Setda II, Kota Cilegon, Kamis (18/4/2024). Dikumpulkan perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing ini dimaksudkan untuk meningkatkan retribusi Dana Kompensasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (DKPTKA).

Diketahui dari data Disnaker Kota Cilegon, total tenaga kerja asing (TKA) saat ini di Cilegon mencapai sekitar 1.133 orang. Dari jumlah tersebut, 577 TKA diantaranya membayar retribusi DKPTKA ke Pemkot Cilegon. Dengan pendapatan dari retribusi DKPTKA sekitar Rp 2 miliar

Walikota Cilegon, Helldy Agustian mengatakan, terdapat sejumlah perusahaan yang membayar retribusi DKPTKA di luar Cilegon. Karena beberapa TKA tidak bekerja tetap di Cilegon. Mereka ada yang bekerja mobile ke Jakarta dan ada yang ke Cilegon, tetapi membayar retribusi ke Jakarta.

“Karena memang ada beberapa orang yang (kerjanya mobile,-red) ke Jakarta dan ada yang ke Cilegon, tapi mereka bayarnya di Jakarta,” kata Helldy.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Helldy menambahkan, untuk membantu meningkatnya retribusi tenaga asing ini, ia akan meminta Disnaker Cilegon untuk mendata secara pasti berapa banyak yang membayarkan retribusinya di luar Kota Cilegon.

Dikatakan Helldy, dari sekitar 121 perusahaan yang menggunakan TKA. Saat ini, baru ada baru 60 perusahaan yang datang memenuhi undangan Pemkot Cilegon.

“Yang datang cuma 60 perusahaan, berarti ada 61 lagi yang harus didatangkan lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Cilegon, Panca N Widodo menambahkan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing itu memiliki tiga tujuan.

“Pertama bagaimana peningkatan retribusi, kedua bagaimana peran serta perusahaan terhadap program pembangunan bisa lebih meningkat lagi, dan ketiga berharap semua perusahaan juga menyerap tenaga kerja disabilitas,” ungkapnya.

Sebab sesuai undang-undang nomor 8 tahun 2016, kata Panca, ada kewajiban satu persen dari semua perusahaan swasta untuk menggunakan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas. Kemudian berkaitan dengan peningkatan PAD hasil retribusi dari TKA.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Panca menyebut, pada tahun 2023 Pemkot Cilegon mendapatkan retribusi sekitar Rp 9,8 miliar dari 577 TKA yang tersebar di 57 perusahaan.

“Tahun ini target kita sesuai perhitungan tenaga ahli, sekitar Rp 10 miliar dari perhitungan sekitar 700 TKA yang berpotensi membayar,” ungkapnya.

Sebab dari seribuan TKA yang tercatat di Kota Cilegon, tidak semua TKA membayar retribusi ke Pemkot Cilegon.

Kata Panca, ada TKA yang kerjanya di Cilegon, lalu berkantor di kantor Pusat baik yang di Jakarta ada juga yang Tangerang.

“Mereka membayar, cuma kadang bayarnya di Jakarta atau Tangerang, makanya dengan upaya kita ini, sekarang kita berharap mereka full bayar di Cilegon, karena mereka kan kerjanya paling banyak di Cilegon,” pungkasnya. (Ully/Red)