Logo MTQ ke XVIII Kota Cilegon diduga plagiat (Foto desain Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Warga Kota Cilegon digegerkan dengan beredarnya logo Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XVIII tingkat Kota Cilegon 2019 yang diduga plagiat logo MTQ Provinsi Jawa Timur (Jatim) pada 2017 lalu yang dilaksanakan di Kabupaten Pasuruan.

Kemiripan logo ini terlihat dari sejumlah desain. Desain tulisan MTQ baik Pasuruan dan Cilegon hampir mirip. Begitu juga desain penyangga dan kitab suci juga tidak jauh berbeda.

Dikonfirmasi, Sekmat Purwakarta, Wawan Ihwani membantah jika logo MTQ kali ini sama dengan logo Pasuruan yang banyak diperbincangkan masyarakat. Logo, kata dia, didesain oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LTPQ) Cilegon.

“Yang rancang kan dari LPTQ Kota. Kalau bisa jangan cari ketidak bagusan. Toh gak mirip total kan,” jelas Wawan.

Logo yang dibuat pada MTQ yang diselenggarakan kali ini di Kecamatan Purwakarta, lanjutnya, tidak memiliki kemiripan atau persis sama. Karena desain yang dibuat menggambarkan kearifan lokal Cilegon.

“Kalo kita searching bentuk logo maupun stempel banyak banget memang kemiripan antara satu dengan lainnya. Yang membedakan dari warna, kearifan lokal, dan tulisan nama. Kadang mudah memeriksa kerjaan orang daripada yang membuatnya,” tandasnya.

Sementara itu, Sementara itu Kepala Bagian ( Kabag) Bimbingan Mental (Bintal) dan Keagamaan Setda Cilegon Romli Rohani mengaku tidak mau mempermasalahkan desain logo itu diperpanjang. Ia belum dapat berkomentar banyak lebih lanjut.

“Udahlah masalah (plagiat logo MTQ Cilegon dan MTQ Pasuruan) itu berjalan aja. Untuk detail ya, saya belum bisa kasih jawaban dulu ke teman-teman media,” pungkasnya seraya menutup sambungan telepon. (Ully/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?