Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Serang saat melakukan audiensi dengan Walikota Serang, Syafrudin diruang kerjanya, Rabu (1/7/2020). Foto Ajat/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Hasil zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lngkungan Pemkot Serang uany dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Serang dari Aparatur Sipil Negara (ASN) meningkat. Peningkatan ini diperoleh setelah Pemerintah Kota Serang mewajibkan zakat dipotong dari gaji ASN yang diterima setiap bulannya.

Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, dari hasil zakat pada tahun 2018 lalu mencapai Rp 1,5 miliar. Sementara zakat ASN pada tahun 2019 sebesar Rp 2,3 miliar.

“Kegiatan tahun ini atau masukan dari Baznas atau Zakat PNS Kota Serang ini ada peningkatan yang signifikan antara tahun 2019 dan tahun 2020. Dari tahun 2018 kebawah setahun itu paling tinggi Rp 1,5 miliar. 2019 kemarin memenuhi target sampai Rp 2,3 miliar,” ujarnya usai menerima audiensi dengan Baznas Kota Serang di Gedung Pemkot Serang, Rabu (1/7/2020).

Baca juga  Akhir 2020, Perda Penanggulangan Covid-19 di Kota Cilegon Disahkan

Ia memperkirakan, zakat untuk tahun ini akan juga meningkat atau melampaui target sebesar Rp 2,5 miliar

“Kemudian di tahun 2020 ini baru 5 bulan ini sudah mencapai Rp 1,3 Miliar. Jadi di Desrmber itu dari target Rp 2,5 miliar. Insya Allah melampaui target,” terangnya.

Ia menerangkan, zakat dari 5.000 ASN di Kota Serang ini diterima setelah dipotong dari gaji. Pemotongan sebesar 2,5 persen dan hasilnya masuk ke rekening Baznas Kota Serang.

“Karena antara 2019, 2020 ini gaji PNS langsung dipotong untuk pembayaran zakat. Ada peningkatan dari yang tadinya hanya dibayarkan langusng (oleh PNS) tahun ini diwajibkan bayar zakat itu sudah langsung dipotong,” terangnya.

Baca juga  2 Pegawai Pengadilan Agama Serang Positif Covid-19, Persidangan Ditutup Sementara

Ketua Baznas Kota Serang, Habibi Hasafah membenarkan bahwa hasil zakat pada tahun 2019 terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Ia optimis jika hasil zakat pada 2020 ini bisa melebihi target Rp 2,5 milyar.

“Kalau tahun ini 5 bulan pertama itu sudah mencapai lebih dari target yang kami inginkan. 5 bulan sudah mencapai dari separuhnya,” tungkasnya. (MG-01)