CILEGON, Selatsunda.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mencatat sejak Januari hingga Oktober 2022 sebanyak 56 kejadian bencana alam terjadi di Kota Cilegon. Bencana yang paling banyak terjadi pada tahun ini didominasi oleh kejadian pohon tumbang.
Kepala Bidang Pelayanan Penyelamatan dan Evakuasi Korban pada BPBD Kota Cilegon, Ana Maulana merinci, kejadian bencana yang terjadi mulai Januari hingga Oktober 2022 meliputi banjir sebanyak 5 kejadian, kebakaran lahan 9 kejadian, pohon tumbang 26 kejadian, laka air 6 kejadian dan rumah ambruk 10 kejadian.
Sedangkan pada 2021, total kejadian bencana alam tercatat sebanyak 56 kejadian. Meliputi bencana banjir sebanyak 10 kejadian, tanah longsor 11 kejadian, kegagalan teknologi 1 kejadian, pohon tumbang 28 kejadian dan kebakaran lahan sebanyak 6 kejadian.
“Jika dilihat traffic-nya, bencana yang paling banyak dari 2021 ke 2021 yaitu bencana pohon tumbang. Dan bisa memungkinkan di 2022 angka kebencanaan bisa meningkat mengigat 2022 hingga oktober udah 56 bencana. Masih tersisa 2 bulan lagi di 2022. Mudah-mudahan saja 2022 angka kejadian bencana tidak jauh berbeda dengan 2021 lalu,” kata Ana, Selasa (1/11/2022).
Mantan Kabid SDA (Sumber Daya Alam) pada DPUTR Kota Cilegon ini menyatakan, titik lokasi yang banyak terjadi bencana berada di wilayah Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Ciwandan. Dua wilayah tersebut sering terjadi bencana banjir. Sedangkan kejadian pohon tumbang hampir semua merata di 8 kecamatan.
“Kalau banjir kebanyakan Kecamatan Cibeber dan kecamatan Ciwandan. Sedangkan pohon tumbang rata di 8 kecamatan ada,” ujar Ana.
Sebagai persiapan menghadapi potensi bencana alam, lanjut Ana, pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana kesiapsiagaan bencana. Pihaknya juga mengaku bahwa setiap saat berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui prakiraan cuaca di wilayah Kota Cilegon.
“Termasuk nanti memberikan bantuan kepada masyarakat, kita punya buffer stock,” pungkasnya. (Ully/Red)

