CILEGON, SSC – Rencana Pemerintah Kota Cilegon untuk membuat jalan kota bebas dari jalan berlubang hanya angan-angan aja. Bagaimana tidak, hingga saat ini masih ditemukan jalan-jalan protokol maupun jalan lingkungan yang kondisinya rusak parah.
Seperti yang terjadi di jalan Gedung Bulus, Kelurahaan Ciwedus, Kecamatan Cilegon dan Jalan SA Tirtayasa tepatnya di seberang Supermall Cilegon. Untuk melintasi jalan ini, pengendara harus lebih berhati-hati. Kondisi jalan rusak ini pun menjadi sorotan warga Cilegon yang menganggap, Pemkot Cilegon tak memperhatikan keselamatan warganya.
Seorang warga Cilegon, Nursalam Azizah menyayangkan masih kurang adanya perhatian dari Pemkot Cilegon terhadap kondisi jalan rusak tersebut.
“Cukup menyayangkan sendiri jika Pak Walikota maupun wakil rakyat di DPRD tidak memiliki rasa keperdulian kepada warganya. Jalan rusak ini seakan didiamkan begitu saja tanpa ada rencana diperbaiki,” kata Nursalam saat ditemui Selatsunda.com, Senin (7/10/2019).
Lebih lanjut, Nursalam mengaku, semestinya pemerintah bisa menindaklanjuti. Bila perlu Walikota Cilegon, Edi Ariadi menegur anak buahnya karena hingga kini jalan tak kunjung diperbaiki.
“Pak wali tolong lihat jalan rusak ini. Jangan hanya diam begitu aja. Panggil dong anak buahnya. Masa harus ada korban dulu baru diperbaiki,” lanjutnya.
Tak jauh berbeda disampaikan Nursalam, Mirna salah seorang warga mengatakan bahwa kerusakan jalan di wilayah sekitar sudah cukup lama rusak. Bahkan akibat kerusakan jalan tersebut menyebabkan banyak pengendara kecelakaan.
Warga, kata dia, kecewa dengan Pemkot Cilegon yang terkesan mengabaikan kerusakan jalan sekitar.
“Giliran ada butuhnya aja dekat dengan warga. Giliran udah jadi malah lupa sama kami. Aduh. gimana sih pemerintahan ini,” ucapnya.
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kota Cilegon, Ridwan mengaku, untuk jalan protokol, Kota Cilegon tak punya kebijakan untuk melakukan perbaikan tersebut. Sebab, yang bertanggung jawab memperbaiki jalan tersebut khusus jalan protokol, berada dalam kewenangan pusat.
“Kita gak ada kebijakan untuk perbaiki. Yang punya kebijakan ada di pusat. Tapi tahun ini ada 30 ruas jalan yang akan kita perbaiki. Untuk detailnya saya gak tau. Nanti deh ya, saya mau rapat dulu,” tandasnya. (Ully/Red)

