20.1 C
New York
Sabtu, April 25, 2026
BerandaPemerintahanTak Mau Kecolongan Peserta Cabutan di MTQ, Pemkot Cilegon Pakai Fingerprint

Tak Mau Kecolongan Peserta Cabutan di MTQ, Pemkot Cilegon Pakai Fingerprint

-

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon akhirnya mulai serius terhadap penyelenggaraan MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) tingkat Kota Cilegon. Salah satu terobosan yang dilakukan yakni dengan menggunakan fingerprint yang akan mulai ditetapkan di tahun ini.

Penggunaan fingerprint itu sebagai upaya agar panitia tidak kembali kecolongan dengan adanya peserta cabutan atau dari luar Cilegon ikut bertanding dalam MTQ.

Pada aplikasinya, para peserta harus melakukan rekam data melalui fingerprint atau alat sensor sidik jari. Fingerprint dilakukan saat peserta melakukan registrasi ulang dan saat akan tampil dalam perlombaan.

“Pengguaan alat ini diharapkan menambah akuntabilitas perlombaan selama ajang MTQ. Dan tidak lagi tuh, kaya tahun kemarin kecolongan kita (pemerintah) 1 orang dari warga Serang mainya ke Cilegon,” kata Walikota Cilegon, Edi Ariadi usai membuka STQ (Seleksi Tilawatil Qur’an) Tingkat Kota Cilegon di Halaman Kantor Walikota,” Jumat (15/11/2019).

Dengan aplikasi fingerprint, menurut Edi sangatlah bermanfaat terlebih lagi, panitia akan mengetahui apakah peserta yang mengikuti MTQ benar-benar dari Cilegon atau dari luar.

“Akan mulai tahun ini. Jadi, kalau mau main peserta itu harus di fingerprint dulu benar apa enggak,” ujarnya.

Edi memastikan, jika peserta asal Kota Cilegon asli warga Cilegon dan bukan cabutan dari daerah manapun.

“Wong Cilegon (orang Cilegon) asli. Bukan yang lain,” tegasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini