CILEGON, SSC – Jelang Pelaksanaan Angkutan Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) melakukan uji petik dua kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Kamis (19/12/2019). Meski temuan kerusakan sejumlah alat keselamatan bersifat minor namun petugas meminta untuk segera diperbaiki.
Pantauan Selatsunda.com di lokasi, petugas Inspektor Marine melakukan uji petik sekitar pukul 10.00 WIB. Pengecekan pertama dilakukan di kapal KMP Mabuhay Nusantara di Dermaga 1. Petugas kemudian memeriksa KMP Portlink di Dermaga Premium. Petugas Ditkapel Ditjenhubla melakukan uji petik didampingi Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten. Diatas kapal, petugas memeriksa peralatan keselamatan baik sekoci, pelampung, ILR hingga peralatan di ruang kendali nakoda.
Kasi Keselamatan Kapal Penumpang dan Penangkap Ikan Ditkapel Ditjen Hubla, Ari Winoto mengatakan, uji petik dilaksanakan sesuai surat edaran Direktur Jendral Perhubungan Jendral Perhubungan Laut nomor HK 211/11/7/DJPL 2009. Setiap KSOP dan UPT, kata Ari, diperintahkan untuk melakukan ramcek saat Angkutan Nataru 2020.
Dari hasil pemeriksaan ada beberapa temuan alat keselamatan yang tidak berfungsi normal. Baik fayer box yang kurang terawat, emergency fayer kurang berjalan dengan bagus dan temuan lainnya.
“Hanya penemuan minor dan perawatan kecil aja yang kita temukan saat ramcek di Pelabuhan Merak ini,” kata Ari Wibowo kepada awak media usai melakukan ramcek di Dermaga Eksektutif.
Ari menyatakan, kerusakan minor disebabkan karena alat keselamatan kurang terawat baik. Maka dari itu, pihaknya meminta kedua opetator kapal dapat segera memperbaikinya sebelum angkutan Nataru dilaksanakan.
“Untuk batas waktu semua perbaikan pada 23 Desember dalam rangka Nataru 2019 tahun baru 2020 mendatang,” terangnya.
Sedikitnya dari 1.100 kapal penyeberangan yang ada di seluruh Indonesia, 900 kapal diantaranya telah di ramcek. Untuk 71 kapal yang tersedia di lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheni, 62 kapal diantaranya telah di uji petik sementara 2 kapal docking.
” Ada dua kapal yang docking. Untuk sekarsng kita sudah uji petik 62 kapal. Kita akan selesaikan sebelum angkutan Nataru,” ujar Kasi Sertifikasi Kapal pada KSOP Banten, I Made Suartama.
Terkait adanya temuan tadi, pihaknya meminta agar operator kapal dapat segera memperbaiki sebelum 23 Desember mendatang.
“Sementara temuan itu masih dapat diselesaikan diatas kapal oleh para crew. Selalu mereka (awak kapal,red) memperbaiki kapal tersebut barulah mereka menyampaikan perbaikan tersebut ke KSOP. Apabila dari hasil temuan tidak dilakukan oleh awak kapal, maka kami menyatakan kapal tidak siap dalam menghadapi Nataru dan tidak diperbolehkan beroperasi,” pungkasnya. (Ully/Red)

