SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang sudah menyusun berbagai rencana program pembangunan di tahun 2020 untuk melanjutkan program yang tertuang di dalam RPJMD Kota Serang Tahun 2018-2023. Sejumlah program yang akan dilaksanakan di tahun ini diantaranya pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Walantaka, pembangunan Masjid Agung di Kota Serang, Jembatan Gantung Dalung, tahap lanjutan rencana pembangunan Pasar Induk Baru dan program lainnya.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Serang, Nanang Syaefudin, Senin (6/1/2020) mengatakan, pembangunan RTH di Walantaka akan menjadi program yang difokuskan untuk di bangun di tahun ini. Sementara rencana pembangunan RTH di Kecamatan Taktakan dan Curug akan dicanangkan pada 2021.
“Di tahun 2020 ini sudah akan di bangun di Walantaka. Untuk yang tahun 2021 itu nanti di Curug dan Taktakan. Karena anggaran terbatas yang di Taktakan, kita gunakan aset tanah bengkok. Curug juga kita lihat tanah bengkok yang strategis. Kalau luasannya kurang, tinggal kita tambahkan,” ungkapnya.
RTH, kata Nanang, nantinya selain menyediakan ruang terbuka hijau juga akan dijadikan sarana untuk pemberdayaan masyarakat. Selain RTH, Pemkot juga akan melanjutkan tahapan rencana pembangunan Masjid Agung di Kota Serang. Pembangunan lain juga akan difokuskan pada lanjutan kajian atas rencana pembangunan Pasar Induk Baru.
“Tahun ini, pasar induk akan dibuat DED (Detail Enginerieng Design). Kita juga akan kaji dahulu melibatkan pihak ketiga. Misalnya nanti kalau dengan pihak ketiga, berapa lama akan disewakan, pengembaliannya investasi juga dihitung,” tuturnya.
Mengenai jembatan gantung di Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok yang rusak juga akan diperbaiki.
“Rencana pembangunan jembatan gantung di Dalung juga akan dilakukan. Itu leading sektornya DPUPR. Untuk penganggarannya kurang lebih Rp 2,5 miliar,” paparnya kembali.
Akses jalan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong, lanjutnya, juga akan diperbaiki mengingat jalan yang dilalui berbahaya. Pembangunan akses itu akan menggunakan anggaran Bantuan Provinsi Banten berkisar Rp 5 miliar.
“Kemudian, rencananya jalan yang menuju TPSA akan dibangun, karena disitu sudah terjal. Kalau disetujui pimpinan, kita akan bangun dengan anggaran Rp 5 miliar di APBD 2020. Rencananya, itu sumbernya dari banprov Rp 45 miliar,” tandasnya
Selain infrastruktur, fokus pembangunan juga akan dilakukan di bidang pendidikan. Rencana pembangunan SMP di Kelurahan Banten lama yang awalnya dianggarkan Rp 2,5 miliar, kata dia, belum dapat terealisasi mengingat dilokasi perencanaan bersamaan dilaksanakannya dengan Pembangunan kereta gantung oleh Pemprov Banten. Anggaran akhirnya diputuskan untuk dialokasi pada penambahan ruang kelas baru di sekolah lain.
“Berdasarkan aspirasi yang berkembang di masyarakat di Banten Lama perlu USB. Rencananya lokasinya diujung, kemudian aksesnya juga dekat kali, anak-anak sekolah sangat jauh. Tujuannya untuk SMP, DED sudah dibuat, dan itu di KPW (Kawasan Penunjang Wisata) dari Tasikardi hingga kawasan Banten Lama. Karena setelah melihat pertimbangan itu, juga pembahasan dengan teman-teman dewan, anggaran digeser untuk penambahan ruang kelas baru di sekolah lain,” pungkasnya. (Ronald/Red)

