20.1 C
New York
Senin, Juni 1, 2026
BerandaPemerintahanHadapi Dinamika Pasca Pilkada Serang, Pemerintah Beri Pendidikan Politik ke Masyarakat

Hadapi Dinamika Pasca Pilkada Serang, Pemerintah Beri Pendidikan Politik ke Masyarakat

-

SERANG, SSC – Pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah di Kota Serang telah berlalu. Namun dalam perjalanannya sampai saat ini masih terdapat perbedaan-perbedaan dalam pandangan politik di masyarakat. Untuk merekatkan perbedaan itu perlu terus menerus dibangun wawasan dan pendidikan politik.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang, Alpedi dalam diskusi bertema Perkembangan politik di Kota Serang setelah pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pemilihan umum (pemilu) tahun 2020 yang diselenggarakan di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (23/1/2020).

“Supaya masyarakat memahami tentang dinamika politik di Kota Serang, bahwasanya perbedaan pilihan, perbedaan cara pandang itu biasa,” ujaranya usai memberikan sambutan, kamis (23/1/2020).

Menurut dia, perbedaan baik suku, bangsa, adat, bahasa, cara berfikir serta perbedaan lainya merupakan bingkai warna yang ada dalam politik. Hal itu tidak perlu disikapi berlebihan.

“Perbedaan harus disikapi dengan biasa saja, agar kondusifitas yang ada selama ini di Kota Serang, dapat dipertahankan,” sambungnya.

Justru, kata dia, perbedaan yang ada di masyarakat pasca pemilu lalu harus direkatkan dan dipersatukan.

“Sesuatu yang sudah baik ini kami rajut kembali, karena, mungkin saja pasca pilkada dan pemilu, ada yang kurang puas atau tidak puas,” ucapnya.

Kendati demikian, kata Alpedi, polarisasi yang tajam tak terjadi di Kota Serang. Namun pemahaman tentang pendidikan politik terkait situasi politik terkini tetap perlu diberikan dengan harapan masyarakat dapat memahaminya secara utuh.

“Melalui pendidikan politik ini diharapkan masyarakat Kota Serang memahami hak dan kewajibanya kemudian juga patuh, sadar terhadap peraturan yang ada,” harapnya.

Sejalan dengan apa yang disampaikan Alpedi, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan perbedaan-perbedaan dalam politik merupakan hal yang biasa. Namun ia meminta agar pasca pemilu perbedaan tersebut tidak menimbulkan permasalahan.

“Pasca pilkada itu sebenarnya yang kita khawatirkan itu adalah kondusifitas masyarakat, antar tetangga, antar saudara, bahkan antar kampung, ketika perbedaan pendapat itu akan dibawa sampe ke hati jadi tidak selesai pasca pemilu atau pilkada itu Itu yang dikhawatirkan oleh kami termasuk Jesbangpol,” ujarnya.

Syafrudin juga mengatakan, dirinya sudah menerapkan di pemerintahan yang dipimpinnya agar memandang perbedaan sebagai hal yang positif.

“Saya tidak memilih, siapa ini, memilih siapa, kalau ketika sudah terpilih semuanya kita rangkul, musuh itu menjadi kawan, bahkan musuh itu menjadi saudara termasuk pesaing saya dulu,” pungkasnya. (MG-01)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2