20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPeristiwaIni Hasil Kesepakatan Audiensi Mahasiswa dan Polres Terkait Demo Ricuh di Cilegon

Ini Hasil Kesepakatan Audiensi Mahasiswa dan Polres Terkait Demo Ricuh di Cilegon

-

CILEGON, SSC – Mahasiswa yang berunjukrasa di Kantor Pemerintahan Kota Cilegon akhirnya beraudiensi dengan Polres Cilegon, Rabu (26/2/2020). Hasil audiensi membuahkan kesepakatan. Mahasiswa memutuskan untuk mencabut laporan yang sempat diadukan ke Propam Polda Banten pada Jumat (21/2/2020) lalu terkait kericuhan yang terjadi saat aksi unjukrasa mahasiswa, beberapa waktu lalu.

Koordinator aksi mahasiswa Cilegon, Sabawi yang juga menjadi korban dalam ricuh unjukrasa mengatakan, kedua pihak baik mahasiswa dan polres saling menyampaikan permohonan maaf masing-masing atas kejadian kericuhan aksi unjukrasa. Keduanya bersepakat damai dengan jalan kekeluargaan.

“Kita selaku mahasiswa, aksi kemarin subtansinya belum kena. Jadi kita rekonsiliasi masalah pelaporan ke propam, dengan beberapa catatan. Alhamdulillah, dari Polres Cilegon sudah meminta maaf. Artinya saya juga sudah memeinta maaf. Alhamdulillah jalan kekeluargaan lah,” ujarnya usai audiensi.

Ia menyatakan, akan secepatnya mencabut laporan di Propam Polda Banten. Selanjutnya juga, kata dia, Polres berjanji menjembatani mahasiswa bertemu dengan kepala daerah Kota Cilegon.

“Memang saya pribadi, aa tindakan seperti itu, terbawa emosi lah. Insya Allah, dari pihak kepolisian akan menjembatani kitsla dengan bapak walikota,” tuturnya.

Sabrawi menceritakan, demo awalnya menyerukan aspirasi terkait refleksi satu tahun kepemimpinan Walikota Cilegon, Edi Ariadi. Yang diaspirasikan menyangkut persoalan-persoalan di Cilegon yang dinilai tidak terselesaikan pemerintah. Mahasiswa menyerukan sejumlah tuntutan, diantaranya masalah pengangguran dan persoalan banjir.

Ditengah aksi demo kemudian ricuh. Sabawi yang berada di mobil sound langsung turun untuk membantu Arifin, rekannya dari PMII yang sudah ditarik oleh polisi. Ia saat itu juga berniat membantu rekannya Ketua IMC, Riky namun Arifin sudah dibawa polisi. Saat ingin membantu, ia diduga didorong, dibanting dan ditendang oknum polisi.

“Saya langsung turun (mobil sound). Niat mau menolong Rifki, Ketua IMC, ternyata ada Arifin yang sudah di bawa. Terus saya lari niatnya mau mengamankan, ternyata ada dorongan dan tarikan, dibanting dan ditendang-tendang,” cerita Sabawi.

Sementara, Kabagops Polres Cilegon, Kompol Kamarul Wahyudi menyatakan, permasalahan kedua pihak sudah cair. Pertemuan membuahkan hasil yang positif.

“Itu sudah cair tadi. Alhamdulillah ada hikmat positif,” ujarnya.

Kamarul menyatakan, pihaknya tetap akan menjembati maksud demo mahasiswa ke pemerintah.

“Sebelum mereka datang beraudiensi, kita siap menfasilitasi,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini