20.1 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026
BerandaPeristiwaGunung Anak Krakatau Meletus, Warga Sekitar Pantai Cinangka Ngungsi ke Bukit

Gunung Anak Krakatau Meletus, Warga Sekitar Pantai Cinangka Ngungsi ke Bukit

-

SERANG, SSC – Warga di Kampung Tancang, Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang tinggal di pesisir pantai mengungsi ke perbukitan setelah mendengar suara dentuman Gunung Anak Krakatau Erupsi pada Jumat (10/4/2020) malam.

Seorang warga Kampung Tancang, Udin mengatakan, kejadian Gunung Anak Krakatau meletus terjadi pada sekitar pukul 23.00 WIB. Warga yang saat itu tengah tertidur seketika terkejut dan panik setelah mendengar suara GAK erupsi. Gunung saat itu terlihat mengeluarkan lava pijar api berwarna merah di tengah Laut Selat Sunda, Banten.

“Itu kejadiannya jam 23.00 WIB. Kedengaran suaranya. Pas ngelihat, api ninggi,” ujarnya menceritakan kejadian, Sabtu (11/4/2020).

Mendengar gemuruh gunung, sesama warga langsung saling membangunkan dan lari keatas bukit.

“Pada dibangunin-bangunan aja, waspada-waspada. Langsung pada ngungsi keatas,” ungkapnya.

Udin dan warga lain saat itu tidak berani turun setelah melihat GAK mengeluarkan lava pijar. Setelah kondisi mulai tenang, warga baru kemudian turun dari bukit pagi harinya.

“Pada ke kampung, baru balik tadi pagi,” terangnya.

Sementara, Camat Cinangka, Deni Firdaus Suryaningrat membenarkan ada sebagian warga sekitar yang panik dan mengungsi. Saat ini, masyarakat sudah mulai turun ke rumah masing-masing tadi pagi.

“Alhamdulillah, sampai dengan tadi pagi, masyarakat yang sempat panik sudah seperti biasa,” ujarnya.

Terkait suara dentuman, kata dia, memang bunyi terdengar di sekitar pantai tidak seperti yang beredar dimedia sosial. Warga sekitar yang mendengar hanya sebagian kecil.

“Kami disekitar kecamatan, 3 sampai 5 kilometer tidak mendengar. Hanya sebagian kecil,” paparnya.

Lava pijar berwarna merah saat gunung meletus, kata dia adalah hal biasa dengan status Waspada atau Level II. Semburan api, hingga saat ini tidak berdampak.

“Kalau semalam keihatan, dan sekarang itu masih kelihatan. Itu nemang sudah seperti itu, sudah biasa. Dalam arti, kalau Gunung Anak Krakatau lagi aktif, lagi mengeluarkan lahar dan apinya, sudah seperti itu. Masyarakat sudah biasa,” paparnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2