CILEGON, SSC – Puluhan perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon mulai mengefisiensikan biaya akibat pandemi Virus Corona. Dampak itu mengakibatkan perusahaan pelayaran yang melayani penyeberangan terpadat di Indonesia ini mengajukan pengurangan jumlah operasi kapal.
Ketua DPC Gapasdap Merak, Togar Napitupulu tidak menampik kondisi tersebut. Sejak merebak Covid-19 mengakibatkan jumlah muatan baik penumpang pejalan kaki dan kendaraan menurun drastis.
“Muatannya memang tidak ada, sedikit. Kami sudah mengalisanya dan kami sudah mengajukan pengurangan kapal,” ungkapnya, Rabu (22/4/2020).
Ia menjelaskan, kondisi penurunan jumlah penumpang sudah terjadi sejak pertengahan Maret 2020. Perusahaan pelayaran mengurangi jumlah kapal untuk mulai mengefisiensikan biaya operasi.
“Itu karena Covid-19, memang terdampak. Jadi biasanya 6 kapal di satu dermaga, jadi dikurangi jadi 5 kapal. Yang biasa 5 kapal jadi 4 kapal,” bebernya.
Sementara, Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Nurhadi mengakui, jumlah penumpang pejalan kaki mengalami penurunan 80 persen dibanding hari biasa dimasa pandemi Covid-19. Untuk penumpang kendaraan menurun hingga 40 persen.
“Gapasdap meminta untuk satu pasang dermaga, itu dioperasikan 4 kapal. Yang sebelumnya itu 6 kapal, jadi 5 kapal. Sekarang diajukan lagi jadi 4 kapal,” tuturnya.
Ia menyatakan, kapal normalnya sebelum pandemik Covid-19 beroperasi 31-32 kapal setiap harinya. Rencananya dalam waktu dekat atas pengajuan tersebut, kapal akan dioperasikan 23-24 kapal.
“Kemungkinan kita eksekusi per 1 Mei. Nanti (Hari Lebaran), tetap kita evaluasi. Yang penting kan pemerintah harus tertib, lancar aman. Sekarang kan perusahaan pelayaran protes, nggak seimbang antara pendapatan dengan pengeluaran. Baik dari Gapasdap dan INFA, mereka mengajukan itu,” paparnya.
Untuk diketahui, ada 69 kapal yang melayani penyeberangan di Pelabuhan Merak. Tiga kapal rusak dan beberapa kapal diantaranya dalam perbaikan. (Ronald/Red)

