CILEGON, SSC – Sebanyak 187 tenaga medis di RSUD Kota Cilegon akan segera melakukan rapid test. Rapid test dilakukan karena ratusan paramedis tersebut pernah melakukan kontak langsung dengan seorang pegawai rumah sakit yang terkonfirmasi positif Covid-19 (Virus Corona).
Demikian disampaikan Walikota Cilegon Edi Ariadi usai melakukan rapat tertutup dengan Komandan Kodim (Dandim) 0623 Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana,
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penamganan Covid-19 Kota Cilegon Aziz Setia Ade Putra dan Plt Direktur RSUD Cilegon, Arriadna di ruang rapat Walikota Cilegon, Minggu (10/5/2020).
Edi mengatakan, tim medis akan menjalani rapid test (RT) secara bertahap. Ini dilakukan agar pelayanan di rumah sakit tetap berjalan dengan baik.
“Dari hasil yang saya terima dari bu Arriadna (Plt RSUD Cilegon,red) dari hasil tracking yang dilakukan, sebanyak 187 tenaga medis akan dilakukan rapid test (RT) secara bertahap. Nanti tinggal disesuaikan saja, siapa yang sudah melakukan RT dan yang belum. RT ini bertahap dilakukan, agar pelayanan ke masyarakat tetap berjalan dengan baik,” kata Edi.
Meski ratusan tenaga medis diduga terpapar Covid-19, kata Edi, pelayanan di rumah sakit tetap berjalan normal. Saat ini, jam operasional rumah sakit dibatasi.
“Pelayanan di rumah sakit tetap normal. Meski ada pembatasan. Contohnya aja seperti di IGD enggak boleh tutup, poli buka walaupun dibatasi, terus emergency itu tetap. Yang penting kita tidak mengurangi pelayanan tidak menutup pelayanan,” jelasnya.
“Ibu Arriadna sudah ngatur shift-nya, (rapid test) udah mulai sekarang. Tapi nanti ada kedua,” lanjutnya.
Edi mengajak semua masyarakat Kota Cilegon untuk menghilangkan stigma negatif terhadap orang atau tenaga medis di rumah sakit yang terpapar Covid-19. Menurutnya, saat ini masyarakat harus saling menerima dan menguatkan agar wabah tersebut segera selesai.
Ditempat yang sama, Plt Direktur RSUD Cilegon, Arriadna mengungkapkan, 187 pegawai tersebut sudah melakukan RT dan beberapa hasil menunjukan hasil negatif dan lainya masih menunggu hasil.
“Tapi dari 187 itu sudah ada yang di rapid sebenarnya, jadi harusnya tidak jadi khawatir. Harapannya itu kalau negatif sebenarnya masih bisa kerja dengan catatan menggunakan maskernya seperti apa. Jadi (pelayanan rumah sakit) enggak akan tutup bener, enggak akan berhenti sama sekali,” ungkapnya.
Nana mengelak, pegawai RSUD Cilegon positif Covid-19 tidak pernah melakukan kontak dengan pasien. Pegawai tersebut, kata dia, merupakan pengawas perawat yang bertugas mengawasi perawatan. Arriadna berharap seluruh pegawai RSUD Cilegon negatif Covid-19.
“Enggak, dia bukan orang yang kontak dengan pasien. Dia adalah perawat pengawas yang tugasnya adalah mengawasi keperawatan, tetapi dia tidak pernah kontak dengan pasien. Mudah-mudahan hasil rapid tes semuanya negatif jadi enggak apa-apalah,” pungkasnya. (Ully/Red)

