20.1 C
New York
Senin, Juni 1, 2026
BerandaPeristiwaMulai Bahas RKPD 2021, Pemkot Serang Fokus Tuntaskan Program Kerja yang Dihentikan

Mulai Bahas RKPD 2021, Pemkot Serang Fokus Tuntaskan Program Kerja yang Dihentikan

-

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang sudah mulai membahas Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2021. Yang dibahas menyangkut kelanjutan baik program unggulan, program prioritas dan program pilihan yang sempat dihentikan pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Wakil Walikota Serang, Subadri Ushuludin, Jumat (5/6/2020) mengatakan, RKPD 2021 akan difokuskan pada penuntasan sejumlah program yang belum terealisasi pada RKPD 2020 dengan menyesuaikan program pembangunan yang tertuang dalam RPJMD Kota Serang Tahun 2018-2023.

Menurut Subadri, sedikit banyak program di RKPD 2020 dihentikan karena pengambilan kebijakan menggeser anggaran (refocusing) untuk menyesuaikan efisiensi pendapatan dan belanja daerah dalam penanganan Covid-19. Realokasi anggaran ke pos Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk penanganan Covid-19 mencapai Rp 111 miliar.

“Kenyataan memang sudah di-refocusing kan semua sudah dialihkan ke BTT. BTT Kota Serang ini kan digunakan untuk menangani tiga item dampak Covid-19. Penanganan Kesehatan, Social Safety Net atau KPS dan dampal ekokonomi IKM dan UMKM. Itu semuanya Rp 111 miliar. Sekalipun di Covid-19 baru teranggarkan Rp 86 miliar,” paparnya.

Realokasi anggaran daerah, kata dia, tentu berpengaruh pada program di RKPD 2020. Begitu juga sumber anggaran pusat yang dipangkas seperti DID, DAK dan DAU juga turut mempengaruhi rencana kerja.

Dampaknya seperti revitalisasi alun-alun kota, revitalisasi stadion, pembuatan alun-alun di setiap kecamatan dan juga pengembangan parawisata terhenti sementara akibat pandemi Virus Corona. Begitu juga gedung bersejarah yakni Gedung Juang yang sebelummya disiapkan Rp 9 miliar untuk direvitalisasi belum juga bisa terealiasi tahun ini.

“Tentu program yang sudah ada dan diplot di tahun 2020 dan ter-delate karena musibah ini, paling kami fokus yang tidak terealisasikan di 2020 untuk dilaksanakan di 2021,” terangnya.

RKPD tahun ini bukan saja terpengaruh efisiensi belanja tetapi juga pendapatan. Selama pandemi Corona, anggaran, pendapatan Kota Serang terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD) merosot. “Jadi dengan ada musibah pandemi Corona ini tentunya yang paling berimbas kepada PAD kita. Contoh dari sisi pajak listrik saja, listrik kan gratis tuh, yang 400 900 kwh, artinya sudah hilang,” ungkapnya.

Maka dari itu, kata orang nomor dua di Kota Serang ini, fokus pemkot RKPD 2021 akan memprioritaskan rencana kerja yang belum terealisasi di 2020. Caranya tidak lain perlu diimbangi peningkatan PAD. Meski dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda, harapnya realisasi PAD bisa dicapai seperti tahun-tahun sebelumnya.

“2021 mudah-mudahan APBD kita tidak anjlok, untuk PAD-nya. Dengan pandemi ini, pasti pendapatan kita berkurang. Maka dari itu, kita akan berusaha mendongkrak. Kita yakin dengan new normal ini,  bisa meng-cover sekalipun memang mustahil bisa 100 persen,” harapnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -DEWAN 2