SERANG, SSC – Puluhan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten kembali melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kampus UIN, Senin (22/6/2020). Dalam aksi unjuk rasa, mahasiswa meminta agar biaya atas Uang Kuliah Tunggal (UKT) ataua biaya semester digratiskan.
Presiden mahasiswa UIN SMH Banten, Ade Riyad mengatakan, aksi unjuk rasa lanjutan digelar karena audiensi dalam aksi pada Jumat (19/6/2020) lalu tidak membuahkan kesepakatan antara mahasiswa dan pihak kampus. Mahasiswa menolak kebijakan kampus yang hanya menurunkan UKT sebesar 10 persen dengan syarat-syarat tertentu.
Ia menyatakan, kebijakan itu dinilai tidak pro dengan mahasiswa. Mahasiswa menganggap kebijakan kampus tidak sesuai dengan kondisi saat ini dimana banyak mahasiswa yang terdampak karena pandemi Covid-19 belum mereda. Mereka tetap meminta agar biaya UKT digratiskan.
“Ini merupakan aksi lanjutan, karena sebelumnya sudah ada audiensi bersama rektorat namun hasilnya jauh dari harapan dan tuntutan mahasiswa yang menginginkan gratis UKT dan subsidi kuota data selama kuliah daring,” ujarnya usai aksi.
Mahasiswa meminta agar kampus dapat menggratiskan UKT sesuai Peraturan Kementerian Agama Nomor 515 Tahun 2020 tentang keringanan UKT pada PTKN Atas Dampak Covid-19. Menurut mahasiswa, kebijakan kampus menurunkan UKT 10 persen tidak sesuai peraturan KMA. Kampus tidak melihat menyeluruh dampak Covid-19 yang membuat ekonomi orangtua mahasiswa terkapar.
“Melalui keputusan KMA yang sudah diedarkan seharusnya rektorat sudah bisa memberikan kebijakan yang sebijak-bijaknya. Karena hampir semua ekonomi keluarga dari mahasiswa saat ini terdampak. Bukan memberikan kebijakan yang berbelit-belit penuh dengan syarat,” jelasnya.
Menanggapi adanya aksi tersebut, Rektor UIN, Fauzul Imam yang dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Fauzul mengatakan bahwa analisisa mahasiswa terkait UKT yang diminta gratis menyesuaikan dengan KMA RI No 5151 masih lemah.
“Belum bisa berkomentar, belum clear. mahasiswa payah tidak mau diajak bicara,” tungkasnya. (MG-01)

