20.1 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026
BerandaPemerintahanPemkot Serang Akui Terbatas Anggaran Tangani Banjir

Pemkot Serang Akui Terbatas Anggaran Tangani Banjir

-

SERANG, SSC – Pemerintah Kota Serang mengatakan, penanganan banjir yang selama ini dilakukan di Kota Serang masih belum berjalan maksimal. Hal itu terjadi karena penanganan terbatas anggaran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kota Serang, M. Ridwan mengatakan, salah satu penanganan banjir dilakukan pihaknya dengan pemeliharaan drainase. Namun anggaran yang ada terbilang minim.

“Sementara, kita baru terbatas antara Rp3-5 Miliar dulu untuk pemeliharaan dan ada beberapa titik untuk pembangunan drainase,” ungkapnya kepada awak media usai meninjau lokasi bencana, Kamis (4/2/2021).

Ia menyatakan, hujan deras pada Rabu (3/2/2021) kemarin hingga mengakibatkan banjir terjadi karena penyumbatan sampah di drainase. Sehingga hujan dengan debit air tinggi mengakibatkan banjir meluap.

“Banjir kemarin satu rangkaian dari Citra Gading, ke KSB, lalu ke depan RSUD Kota Serang, di Cinanggung juga, semua (banjir) karena debit air besar dan kesadaran masyarakat terkait sampah. Karena di lapangan banyak sedimentasi sampah,” katanya.

Selain banjir juga terjadi bencana longsor di bantaran sungai Pemkot Serang. Pihaknya dengan melihat kondisi tersebut akan melakukan koordinasi dengan pihak developer (pengembang perumahan) agar mengikuti aturan tidak membangun hingga bantaran sungai.

“Nanti ada aturannya sekitar 5- 25 meter tidak boleh di bangun baik itu sungai kecil atau besar,” sambungnya.

Di lokasi yang sama, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan bahwa akan secepatnya melakukan normalisasi drainase agar ketika hujan deras tidak terjadi banjir.

“Insya Allah sesegera mungkin dalam minggu ini kami normalisasi, mudah-mudahan tidak terjadi banjir lagi,” ujarnya.

Mengenai longsor di bantaran sungai Ci Banten, orang nomor satu di Kota Serang itu mengatakan, sebenarnya penanganan tersebut bukan menjadi kewajiban Pemkot Serang. Namun pihaknya tetap akan mengambil langkah dengan membangun bronjong atau anyaman kawat baja.

“Dibuat bronjong, akan coba diajukan untuk anggaran tahun 2021, sehingga sebelum musim panas sudah ada. Saya instruksikan kepada pak camat dan pak lurah di wilayah masing-masing bahwa ketika ada yang ngurus izin pembangunan di bantaran sungai harus di awasi ketat,” tegasnya.

Ia tetap berpesan agar masyarakat terus meningkatkan kesadaran tidak membuang sampah sembarangan di sungai. Itu disebutnya juga menjadi penyebab banjir.

“Saya sudah berpesan pada warga, jangan membuat apa-apa di bantaran sungai kalau bisa harus di tanami pohon. Sampah juga harus dibuang pada tempatnya,” pungkasnya. (SSC-03/Red)

 

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2