CILEGON, SSC – Banjir melanda pemukiman masyarakat di dua kelurahan di Pulomerak, yakni, di Lingkungan Baru Satu Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak dan di Lingkungan Baru RT 04 Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak.
Aminah salah satu korban banjir mengaku, dirinya terkejut saat ia dan keluarganya akan tidur air tiba-tiba masuk ke dalam rumahnya dengan cepat. Akibat banjir ini, beberapa barang yang ada di dalam rumahnya terendam banjir.
“Air tiba-tiba masuk begitu aja. Semalam tuh kejadianya jam 23.30 WIB. Air baru bisa surut jam 02.30 WIB,” kata Aminah kepada Selatsunda.com terkonfirmasi,” Minggu (7/2/2021).
Ia menambahkan, setiap musim hujan wilayahnya selalu menjadi sasaran banjir. Karena itu, ia meminta pemerintah untuk segera mencari solusi atas kejadian banjir tersebut.
“Cari solusi dong pak walikota. Masa kalau hujan kami terus jadi korban,” keluh Aminah.
Senada dengan Aminah, Ketua RT 01 RW 04 Lingkungan Baru Ade Sunengsih mengatakan, akibat banjir malam kemarin, sebanyak 94 rumah di wilayanya terendam air.
“94 rumah kalau untuk wilayah kita, air mulai surut tapi ada beberapa rumah yang masih terendam juga,” katanya.
Ia menjelaskan, penyebab terjadinya banjir ini, karena meluapnya Sungai Medaksa yang tak kuat menampung debit air yang terlalu tinggi sehingga membuat rumah-rumah milik warga di kawasan ini terendam banjir.
“Kita langganan banjir, setahun bisa sampai tiga kali. Wilayah inikan dataran rendah ditambah lagi saluran air dari sejumlah kampung larinya ke kita,” ujarnya.
Ia memohon kepada Pemkot Cilegon untuk memberikan solusi atas kejadian banjir di wilayahnya ini.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Lurah Tamansari Edi Sugara dan Lurah Lebak Gede Suwandi masih sulit dihubungi (Ully/Red).

