CILEGON, SSC – Pasir yang berceceran di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon dikeluhkan warga. Keluhan itu pun langsung direspon Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon.
Kedua dinas di Cilegon ini bersama sejumlah organisasi masyarakat pada Rabu (26/1/2022) tepatnya di JLS kilomter 4 langsung melakukan bersih-bersih pasir, muatan dari truk-truk yang melintas tidak bertanggung jawab. Mereka terlihat bahu-membahu membersihkan ceceran pasir dengan alat seadanya di JLS.
Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan merespon aspirasi masyarakat yang mengeluhkan ceceran pasir di JLS.
“Mendapat dorongan masyarakat, kami melakukan bersih-bersih JLS akibat truk pasir,” ujarnya.
Menurut masyarakat, kata Mantan Kadisbangpol, bercecernya pasir di JLS karena banyak aktivitas truk pengangkut pasir basah yang melintas. Akan hal itu, ia mengaku akan menindak tegas truk pasir yang tidak mengikuti aturan terkhusus truk yang berlebih muatan dan dimensi atau overload overdimensi (odol).
“Ke depan kita akan serius melakukan tindakan bagi truk overload. Saat ini belum (penindakan) masih sosialisasi,” akunya.
Andi menegaskan hal itu karena mulai 2023 sesuai arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI akan memberlakukan zero odol.
“Nanti akan kita tindak sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas. UU sudah ada, otomatis akan kami tindaklanjuti,” terangnya.
Sementara, Salah satu tokoh masyarakat Cilegon, Edi John mengatakan, pasir yang berceceran itu berasal dari muatan truk. Kemudian, truk juga mengangkut muatan secara berlebih atau odol. Menurutnya, persoalan tersebut sudah membahayakan pengguna jalan. Ia meminta agar Dishub Cilegon berani menindak tegas yang melanggar aturan dan membahayakan masyarakat.
“Sekarang tinggal tunggu keberanian dari pemerintah aja apakah berani memberikan sanksi tegas kepada mereka (supir truk pasir)? Karena ini sudah cukup membahayakan pengguna jalan yang melintas di JLS?,” kata Edi.
Ia menambahkan, aksi bersih-bersih ceceran pasir ini sudah ketiga kalinya dilakukan di lokasi yang berbeda. Seperti, di Simpang Cipaot, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, menjadi titik yang banyak ceceran pasir.
“Sebenarnya tujuan kami satu, agar pemerintah ini melek dan sadar jika ada masyarakat dibahayakan akibat ceceran pasir yang diangkut oleh truk basah ini. Kami harap, Walikota Cilegon, Helldy Agustian betul-betul memperhatikan nasib masyarakat,” tambahnya. (Ully/Red)

