20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaPeristiwa5 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Banjir di Kota Serang

5 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia Akibat Banjir di Kota Serang

-

SERANG, SSC – Sebanyak 1.500 Kepala Keluarga (KK) di 43 titik di Kota Serang terdampak banjir yang terjadi sejak semalam hingga Hari Ini, Selasa (1/3/2022). Dari puluhan titik yang terendam dilaporkan 5 orang warga meninggal dunia.

“Dari 43 titik ini ada 5 orang meninggal. 3 hanyut, ini anak-anak kemudian 1 tersetrum dan 1 kena longsor,” ujar Walikota Serang, Syafrudin saat konferensi pers di Dinas Kominfo Kota Serang.

Walikota Syafrudin menyatakan, warga yang terdampak banjir kebanyakan berada di wilayah Kecamatan Serang. Kemudian yang juga terdampak parah terjadi di Kecamatan Kasemen. Sedikitnya ada sekitar 3 ribuan warga yang diungsikan akibat banjir.

“Dari 1.500 KK yang terendam, kurang lebih 3.500 orang yang tinggalnya atau tidurnya mengungsi,” bebernya.

Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi kali ini di Kota Serang tergolong terparah ketimbang banjir yang terjadi sebelumnya. Dari wilayah yang terendam, kata Syafrudin, ketinggian banjir ada yang mencapai hingga 5 meter.

“Sebenarnya belum pernah banjir seperti ini. Ternyata tahun ini, bulan Maret ini terjadi banjir yang tidak seperti biasa seperti tahun kemarin. Kemarin itu 50 sampai 60 centi, tapi sekarang ada yang sampai 5 meter,” ungkapnya.

Ia menyatakan, ada beberapa sebab banjir terjadi di Kota Serang. Pertama, debit air hujan yang tinggi. Akibat intensitas hujan tinggi, kemudian terjadi sedimentasi Kali Cibanten, lalu banjir meluap.

Syafrudin menyatakan, Pemkot sebelumnya telah mengusulkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3) Provinsi Banten untuk melakukan normalisasi Kali Cibanten namun belum terealisasi.

“Saya sudah beberapa kali mengusulkan untuk di normalisasi, tapi sampai sekarang ini belum,” terangnya.

Walikota Syafrudin juga menyebut kemungkinan sebab lain banjir di Serang. Diantaranya saat hujan deras, Waduk Sindang Hela, Kabupaten Serang dibuka.

“Kedua, juga ada kemungkinan Waduk Sindang Hela ini sudah tidak dapat menampung debit air,. Karena terlalu tinggi, ada kemungkinan jebol. Sebab tidak pernah terjadi kota serang ini, banjir seperti ini,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2