CILEGON, Selatsunda.com – Komunitas Skateboard di Kota Cilegon merasa kecewa terhadap Pemerintah Kota Cilegon yang tak kunjung membangun arena skate atau skatepark yang memadai untuk mereka.
Lantaran kecewa, para skateboarder ini memasang spanduk di seputaran pagar Taman Layak Anak, tempat mereka biasa bermain.
Spanduk berukuran besar berlatar warna orange ini bertuliskan “Kami Membutuhkan Fasilitas Yang Layak Untuk Bermain Skateboard di Kota Ini”.
Pembina Club Skateboard Kota Cilegon, Adjie Wouters mengaku, pemasangan spanduk itu bentuk kekecewaan mereka terhadap Pemkot Cilegon.
Kata Adjie, Pemerintah menjanjikan akan membangun skatepark di Taman Al Hadid. Karena arena skate di Taman Layak Anak, tempat yang saat ini dijadikan arena skateboader berlatih, tidak representatif. Namun sayangnya hingga saat ini, janji itu tidak kunjung terealisasi.
“Pada saat pemilihan walikota dan wakil walikota di 2020 pun mereka menjanjikan akan membuat fasilitas skatepark yang layak untuk kami bermain. Karena mereka bilang Taman Layak Anak dianggap tidak cocok untuk kami berlatih. Dan akan dipindahkan ke Taman Alhadid. Tapi kenyataannya di 2022 tidak ada realisasi apapun,” kata Adjie dikonfirmasi Selatsunda.com, Selasa (26/7/2022).
Adjie menuturkan, dia bersama rekan-rekannya sempat menanyakan kembali rencana pembangunan skatepark tersebut ke Dinas Perkim dan Koni Kota Cilegon pada 2020 lalu. Tetapi, penjelasan dari Dinas Perkim, pembangunan skatepark belum bisa terealisasi karena kala itu anggaran di refocusing lantaran pandemi Covid-19.
“Karena tidak ada kejelasan dari Pemkot Cilegon, akhirnya kami membentangkan spanduk kekecewaan ini,” tuturnya.
Upaya untuk menagih janji pemerintah, kata dia juga dilakukan dia dan rekan-rekannya dengan mendatangi Ketua DPRD Cilegon, Isro Mi’raj.
“Pada Senin (25/7/2022) kemarin, kami dipanggil oleh Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Mi’raj untuk audiensi. Dari hasil audiensi kami dengan Pak Isro, Kemungkinan akan di-tollow up ke dinas terkait,” ujarnya.
Ia berkeinginan arena skate untuk pecinta papan luncur di Cilegon dapat terealisasi dengan fasilitas yang layak. Bukan hanya sekedar untuk fasilitas saja tapi fasilitas itu menunjang skateboader berlatih diri untuk menjadi atlet Kota Cilegon bersaing dengan daerah lain.
“Bagaimana kita mau bersaing dengan wilayah lain, kalau fasilitas sekedarnya aja, enggak memadai. Hal kecil aja, kita beli peralatan papan seluncur aja harus sumbangan anggota. Dulu Pak Wali sebelumnya konsen kasih perhatian sama kami. Dari peralatan hingga event tingkat nasional kami dibantu. Tapi kalau sekarang enggak ada perhatian lagi,” keluhnya.
Ia berharap, ada perhatian lebih dari pemerintah untuk memberikan fasilitas penunjang untuk para skateboarder agar lebih berprestasi membawa nama baik Kota Cilegon.
“Semoga ada titik terang dari pemerintah untuk benar-benar memberikan fasilitas penunjang untuk kami salah satunya fasilitas skate park,” harapnya. (Ully/Red)

