20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPeristiwaTumpukan Sampah di Tambatan Perahu Nelayan Medaksa Merak Mulai Dibersihkan

Tumpukan Sampah di Tambatan Perahu Nelayan Medaksa Merak Mulai Dibersihkan

-

CILEGON, Selatsunda.com – Tumpukan sampah yang berada di tambatan perahu nelayan di Lingkungan Medaksa Seberang, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon mulai dibersihkan, Rabu (27/7/2022).

Pantauan Selatsunda.com di lokasi, pembersihan dan pengangkutan sampah mulai dilakukan pukul 09.00 WIB.

Pembersihan sampah oleh Pemerintah Kota Cilegon ini turut melibatkan sejumlah pihak baik Gapasdap Merak, ASDP Merak dan HNSI Cilegon.

Alat berat terlihat mengeruk sampah bercampur lumpur yang mengendap di tambatan perahu nelayan. Nampak, sampah tersebut kemudian diangkut oleh truk pengangkut sampah.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Dinas LH) Kota Cilegon, Azis Setia Ade Putra mengatakan, pengerukan sampah ini ditargetkan dapat selesai dikerjakan dalam satu pekan.

“Jadi saya targetkan 1 minggu selesai dikerjakan. Kali Madaksa ini saya kira tidak ada kegiatan apapun. Rupanya, memang dimanfaatkan oleh para nelayan dalam bersandar usai mencari ikan,” kata Azis dilokasi.

Azis yang belum genap sebulan menjabat Plt Kadis LH Cilegon, pembersihan sampah di Kali Madaksa tidak hanya dilakukan saat itu saja tetapi akan dilakukan berkelanjutan.

“Otomatis kita terus continue dilakukan pembersihan kali di sini. Apalagi kan lokasi di sini cukup strategis untuk nelayan mencari ikan,” ujarnya.

Azis menyatakan, sampah-sampah yang bercampur lumpur tersebut setelah dibersihkan akan diangkut ke TPSA Bagendung. Disana nanti sampah baru akan dipilah.

“Setelah dibersihkan lalu sampah-sampah ini tidak lagi dipilah-pilih tapi langsung dibawa ke TPSA Bagendung. Setelah Kali Madaksa ini bersih dari sampah, kita akan minta kerjasamanya kepada pihak pengelola di sini (Pantai Madaksa) agar mereka menyiapkan titik-titik tempat pembuangan sampah sedangkan kami bertugas mengangkut sampah tersebut. Kita enggak ingin ketika ada TPSA di sini, justru menganggu masyarakat di kampung ini,” tambah Azis.

Sementara itu, salah satu nelayan setempat, Jumadi mengaku senang tambatan perahu yang sebelumnya terhampar sampah akhirnya dibersihkan. Ia menyatakan, jika hal itu tidak ditangani, nelayan kesulitan mencari ikan karena perahu terjebak.

“Senang lah mba udah diangkut. Karena kalau kayak begini terus kondisinya, kami (Nelayan Kali Madaksa) kesulitan nyari ikan. Apalagi kalau air lautnya surut ditambah ada tumpukan sampah,” jelasnya.

Ia meminta kepada Pemkot Cilegon untuk tidak berhenti membersihkan Kali Madaksa dari sampah.

“Jangan hanya anget-anget tai ayam aja. Sekarang dibersihkan besok enggak. Minimal 1 tahun atau 2 hingga 3 tahun sekali dibersihkan,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen