CILEGON, Selatsunda.com – Sirine tanda bahaya yang ada di Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon seketika berbunyi, Jumat (21/10/2022). Hal ini membuat ratusan warga panik dan berhamburan keluar rumah menyelamatkan diri .
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Warga mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia panik berhamburan keluar rumah lalu berlarian mencari tempat tinggi untuk menyelamatkan diri.
Tidak lama, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Cilegon datang ke lokasi. Truk yang mereka gunakan terlihat menjadi rebutan warga.
Kejadian tersebut merupakan bagian dari simulasi bencana yang diadakan oleh BPBD Kota Cilegon dengan skenario gempa bumi berkekuatan 8,7 Skala Ritcher bepotensi tsunami.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Cilegon Faturohman mengatakan, simulasi yang digelar bermaksud untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat secara dini menyelamatkan diri.
Kata Faturohman, simulasi juga dilaksanakan untuk melatih kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Yang kita target pada gladi ini adalah kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan bencananya, sebelum ada petugas datang, belum ada stakeholder datang, tapi masyarakat sudah mandiri melakukan evakuasi pada saat gempa,” kata Faturohman, kepada awak media usai simulasi.
Sedikitnya ada sebanyak 250 warga yang dilibatkan dalam simulasi. Di mana sebelumnya pada, Kamis (20/10/2022), Kemarin digelar pemberian materi kepada warga.
“Yang dilakukan oleh Basarnas, PMI dan Forum resiko penanggulangan bencana Kota Cilegon, dan hari ini kita melakukan simulasinya, latihan yang kemarin kita teorikan,” terang dia.
Faturohman menerangkan, dalam simulasi masyarakat hanya diberikan pengetahuan soal penyelamatan diri dari gempa bumi yang berpotensi tsunami. Tidak sampai dampak turunan ketika terjadi bencana kegagalan industri. Selama ini, lanjutnya, industri telah menggelar hal itu yakni dengan skenario bencana gempa bumi hingga bencana gagal industri.
“Skenario kali ini gagal industri hanya sebagai pengetahuan saja, karena dari perusahaan juga kemarin melakukan itu maka kita sekarang gempa dengan ancaman tsunami saja,” jelasnya.
Sementara, Kepala BMKG Stasiun Serang Muhammad Nur Huda menuturkan, edukasi kesiapsiagaan sangat dibutuhkan masyarakat. Karena Kota Cilegon cukup rawan bencana alam gempa bumi yang berpotensi tsunami.
“Potensi sekali di bencana alam, gempa bumi tsunami, gempa bumi nya mungkin tidak didekat Cilegon, tetapi di wilayah Selatan, tetapi efeknya jika ada tsunami,” tandasnya. (Ronald/Red)

