SERANG, SSC – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Banten menyarankan kepada Pemprov Banten dan kota/kabupaten untuk menyiapkan jurus dalam menghadapi resesi global pada tahun depan.
Kepala Tim Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) KPW Bank Indonesia Banten, Purwanto mengatakan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan masing-masing pemerintah baik provinsi maupun kota/kabupaten/kota di Banten yakni, mengembangkan pembinaan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Banten.
“Pemerintah harus bisa menghadapi akan situasi kemungkinan jika terjadi resesi global. Langkah utama dalam menghadapi resesi yaitu memastikan UMKM dilakukan pembinaan dan dikembangkan secara terus menerus,” kata Purwanto kepada awak media dalam paparanya di acara Economic Outlook 2023 yang digelar di Aston Anyer,” Jumat (25/11/2022).
Selain pembinaan terhadap pelaku UMKM, sambung Purwanto, pemerintah juga harus bisa melakukan pelonggaran pembayaran pajak, mempermudah imvestasi dan memperluas daya saing.
“Jadi kalau investasinya di permudah, otomatis para investor yang membuka investasi di Banten akan lebih nyaman,” ujar Purwanto.
Dengan berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah, semakin tinggi investasi karena semakin nyaman melakukan bisnis di Banten. Sehingga tambahan investasi dalam negeri maupun asing semakin banyak mendorong produksi dan akhirnya menambah tenaga kerja.
“Harapannya pertumbuhan ekonomi tidak negatif dan sesuai proyeksi akan meningkat. Kita berharap resesi tidak mampir karena antisipasi-antisipasi tidak mampir,” harap Purwanto. (Ully/red)

