20.1 C
New York
Senin, April 20, 2026
BerandaPeristiwaTerganggu dengan Aktivitas Anak Sekolah, Warga Tutup Akses Jalan Masuk SMPN 13...

Terganggu dengan Aktivitas Anak Sekolah, Warga Tutup Akses Jalan Masuk SMPN 13 Cilegon

-

CILEGON, SSC – Jalan akses masuk SMP Negeri 13 tepatnya di Jalan Sastradikarta I, RT 03/01, Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon ditutup warga sekitar. Pasalnya, penutupan akses jalan tersebut dilakukan karena adanya aktivitas anak sekolah yang membuat warga sekitar terganggu. Selain itu, penutupan dilakukan karena warga perluasan pembangunan sekolah tanpa izin dari lingkungan.

Salah satu warga RT 01/03 Samsul Ma’arif yang ditemui di lokasi mengaku, warga sekitar cukup terganggu dengan adanya aktivitas lalu lalang kendaraan antar jemput anak sekolah.

“Ini jalan warga bukan jalan sekolah. Adanya sekolah ini, keluar masuk kendaraan antar anak sekolah buat bising. Kami saja kalau antar sekolah, muter lewat sana,” ujarnya, Rabu (18/1/2023).

Samsul menerangkan, awalnya SMPN 13 dibangun menjadi sekolah baru merehab gedung SDN 3 Masigit. Akses jalan untuk sekolah disepakati akan melalui jalur lewat Bonakarta. Namun saat ada perluasan pembangunan sekolah, akses jalan warga malah digunakan untuk aktivitas sekolah.

“Perjanjian dari awal gak seperti ini, tapi justru begini jadinya,” ujarnya.

“Harusnya izin dulu, rapat dulu mereka (Dindik dan SMP 13 Cilegon), baru dibangun. Ini mah, dari pihak dinasnya sama sekali tidak pernah turun, RT dan RW di sini pun gak pernah dilibatkan,” katanya.

Lantaran permasalahan-permasalahan itulah, warga menutup akses jalan. Kata dia, warga keberatan jika akses jalan lingkungan digunakan untuk aktivitas sekolah.

Terpisah, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 13 Kota Cilegon, Muntahanah mengatakan penutupan akses menuju sekolahnya itu dilakukan warga sejak Selasa pagi kemarin. Namun demikian, kondisi itu tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa SMP 13 Cilegon lantaran masih ada alternatif menuju Sekolah.

Terkait hal itu, Muntahanah mengaku telah melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Cilegon. Namun sampai saat ini belum ada jawaban dari Dindik.

Muntahanah menyampaikan, saat ini jumlah siswa yang belajar di SMP 13 Cilegon yakni, kelas 7 sebanyak 160 dan kelas 8 sebanyak 130 siswa yang rata rata merupakan warga Jombang Kali dan Sekitarnya sesuai dengan sistem zonasi yang dilakukan pemerintah. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen