CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menganggarkan dana untuk bantuan keuangan (Bankeu) Partai Politik (Parpol) senilai Rp 1,6 Milliar dari APBD Kota Cilegon di tahun anggaran 2023.
Plt Kaban Kesbangpol Kota Cilegon, Sri Widayati menjelaskan, terjadi kenaikan capai 100 persen dari anggaran Bankuan Keuangan (Bankue) untuk diberikan ke 10 partai politik (parpol) di Kota Cilegon.
“Pada tahun lalu, alokasi anggaran per suara sah hanya Rp 4.624. Sedangkan di 2023 ini, per suara sah mencapai Rp 7.000. Berarti terjadi kenaikan 100 persen dibandingkan dengan pemilu sebelumnya,” kata Sri kepada Selatsunda.com ditemui di Kantor Walikota Cilegon,” Selasa (4/4/2023).
Dalam bankeu ini, Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2019 di Cilegon mendapatkan bankeu dengan jumlah yang paling besar yakni memperoleh Rp 411.467.000 yang mana pada Pemilu 2019 lalu, Partai Golkar mendapatkan perolehan suara terbanyak 58.781 suara. Disusul kembali oleh Partai Gerindra memperoleh Rp 241.500.000 dengan perolehan suara sebanyak 34.500 suara dan Partai Keadilan Sejahtera memperoleh Rp 182.931.000 dengan perolehan suara sebanyak 26.113 suara.
Adapun parpol yang paling kecil mendapatkan bankeu yakni Partai Persatuan Pembangunan mendapatkan Rp 80.787.000 dengan memperoleh suara sebanyak 11.541 suara.
“Tahun lalu hibah yang kami siapkan dari Bantuan Keuangam (Bankue) mencapai Rp 1,1 miliar. Pada 2023 naik menjadi Rp 1,6 miliar. Sebelum kami serahkan ke Provinsi Banten, kami mengusulkak per suara sah itu Rp 10.000 namun yang disetujui hanya Rp 7.000 per suara sah,” jelas Sri.
Rencananya bankeu itu dicairkan setelah laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atau LHP BPK.
“Saat ini masih diperiksa oleh BPK (Badan Pengawas Keuangan) RI Banten. Setelah selesai di periksa oleh BPK baru keluar LHP. LHP BPK keluar barulah para parpol tersebu mengajukan pencairan hibah tersebut,” pungkas Sri. (Ully/red).

