CILEGON, SSC – Kota Cilegon masih kekurangan ruang kelas di Sekolah Dasar (SD). Hal ini terungkap saat Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengunjungi sejumlah sekolah dasar yang ada di Kota Cilegon, Kamis (8/6/2023).
Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta mengaku, mendapat keluhan dari pihak sekolah kondisi ruang kelas yang masih kurang sehingga berimbas terhadap kegiatan belajar mengajar.
“Dari SD yang kita kunjungi, keluhan yang paling mendasar adalah kekurangan ruang kelas dibandingkan rombongan belajar yang ada,” kata Sanuji.
Kata Sanuji, ruangan kelas yang butuh ditambah oleh Dinas Pendidikan Kota Cilegon, berada di SDN Gerem 1, SDN Walikukun dan SDN Tamansari 1.
“Solusi yang harus dilakukan oleh Dindik Cilegon dalam menyelesaikan masalah kekurangan kelas, yaini, dengan melakukan penambahan ruang kelas baru atau RKB adalah kebutuhan mendesak, darurat dan wajib. Semoga segera ada percepatan penambahan ruang kelas baru di semua sekolah dasar di Kota Cilegon,” ujar Sanuji.
Kepala SDN 1 Gerem Tuti Aliyah menerangkan, jika kondisi sekolah di 1 Gerem masih kekurangan ruangan. Mulai dari ruang Kepala Sekolah, UKS (Usaha Kesehatan Siswa, Perpustakaan dan Toilet.
“Kalau berbicara maksimal, memang butuh 10 ruang. Tapi saat ini baru 7 ruang sisa 3 ruang lagi. Ruangan untuk Kepala Sekolah aja gak ada. Pas mau diukur, tapi tanahnya gak ada. Lebih sedih, waktu kejadian hujan, air tersumbat dan air masuk ke tempat penyimpanan buku.Dan semua buku terkena lumpur,” jelas Tuti.
Senada dengan Tuti, Kepala SD Negeri Walikukun Khairul Uyun mengungkapkan, jika fasilitas di SDN Walikukun masih belum ideal. Di mana, jika dibandingkan dengan sekolah lainnya, SD Negeri Wailikun hingga saat ini belum memiliki fasilitas layaknya sekolah pada umumnya.
“Ruang kelas sebetulnya sudah ideal, kami butuh Ruang Perpustakaan, Ruang Kepala Sekolah tidak memadai, Mushola, Ruang UKS. Ya kaya gitu lah kondisinya,” katanya.
Uyun menceritakan ketika musim hujan, air masuk dari atap dan jendela kelas yang mengalami rusak parah sehingga menganggu proses belajar mengajar. saat hujan terjadi, kegiatan belajar mengajar terganggu.
“Kalau hujan bubar, kalau lagi hujan ya sudah anak-anak ribut karena air hujan masuk,” ungkapnya.
Pihaknya sudah mengajukan rehab kelas ke Dindikbud Kota Cilegon tetapi belum ada realisasi.
“Ya ditunggu saja lah, mudah-mudahan segera diperbaiki,” pungkasnya. (Ully/Red)

