20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
BerandaPeristiwaButuh Bantuan, Warga Karang Asem Cilegon Ini Tinggal di Rumah yang Tak...

Butuh Bantuan, Warga Karang Asem Cilegon Ini Tinggal di Rumah yang Tak Layak Huni

-

CILEGON, SSC – Kondisi rumah Arifudin, warga RT 01/007 Lingkungan Cikerut, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon sangat memprihatinkan. Buruh serabutan berusia 41 tahun ini harus tinggal di rumah tak layak huni hampir roboh bahkan sampai saat ini belum pernah mendapat perhatian dari pemerintah.

Selama dua tahun, ia tinggal di rumahnya yang tak layak. Bahkan, ketika musim hujan, ia hanya mampu menutupi atap yang jebol tersebut dengan menggunakan plastik terpal seadanya. Bahkan, genteng rumah pun sudah pecah sehingga saat musim hujan, cukup menyedihkan.

Untuk bisa beristirahat, Arifudin harus mencari tempat yang lebih nyaman agar bisa melepas penatnya setelah bekerja seharian. Untuk kebutuhan sehari-hari pun, ia yang bekerja hanya buruh serabutan ini hanya memiliki penghasilan sebesar  Rp30-80 ribu itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Ia sebelumnya tinggal bersama adik kandungnya yang sudah memiliki anak dan istri, namun karena kondisi bangunan yang membahayakan, adiknya memutuskan untuk pindah ke salah satu kontrakan.

“Kalau hujan itu udah enggak bisa tidur, air masuk semua. Bukan bocor lagi namanya,” kata Arifudin, Selasa (8/7/2025).

Arifudin mengaku, tidak ada pilihan lain agar bisa bertahan hidup meskipun tinggal di rumah yang cukup memprihatinkan tersebut.

“Apalagi kalau hujan angin, langsung keluar. Takut roboh, udah satu sampai dua tahun kondisinya begini,” ungkapnya.

Masih kata Arifudin, dirinya telah mengajukan bantuan kepada pemerintah setempat. Namun hingga saat ini belum ada perhatian. Kini, ia hanya bisa berharap ada uluran tangan dari para dermawan atau pemerintah yang iba melihat kondisinya tersebut. “Mengajukan bantuan ada sekitar satu tahun yang lalu, belum terealisasi,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Lurah Karang Asem Safiudin mengatakan, ada sekitar tujuh rumah warga tidak mampu yang perlu dilakukan renovasi. Satu di antaranya telah dibantu oleh Baznas Kota Cilegon dan masih ada sisanya yang diajukan untuk dibantu. Sementara itu, empat lainnya telah diajukan ke Unit Pengumpul Zakat Banten. “Sampai satu bulan ini belum ada tindak lanjut,” ujar Safiudin.

Ia beralasan, pihaknya belum mengajukan bantuan ke Dinas Perkim Kota Cilegon lantaran sedang mengalami efisiensi anggaran.

“Karena kemarin itu kita lagi ada efisiensi anggaran, jadi kita juga belum tahu nih Dinas Perkim ada anggaran atau tidak untuk Rutilahu. Makanya, inisiatif kami beserta RT/RW diajukan ke Baznas,” tutup Safiudin. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen