CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk honor para guru pendamping disabilitas. Anggaran tersebut rencanaya akan cair di APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) 2026.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, pada 2026 pihaknya sudah mengalokasikan anggaran bersumber dari APBD untuk pemberian honor untuk guru pendamping disabilitas yang ada di sekolah. Pemberian honor ini, dianggap penting mengigat para guru pendamping ini memiliki tugas penting dalam menangani anak-anak disabilitas agar bisa lebih maksimal.
“Sebelumnya memang tidak ada honor untuk mereka (guru pendamping disabilitas). Jadi baru kami beri di 2026 ini. Hadirnya honor bagi para guru pendamping untuk anak-anak disabilitas ini menandakan negara hadir untuk mereka. Anak-anak disabilitas ini berhak mendapat pendidikan yang baik lagi,” kata Heni kepada Selatsunda.com,” Kamis (18/9/2025).
Heni menambahkan, berdasarkan data dapodik di Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, total guru pendamping anak disabilitas ada sebanyak 50 orang tersebar di tingkat PAUD, SD dan SMP. Masing-masing guru pendamping akan menerima honor sebesar Rp 3 juta per bulan.
“Guru pendamping ini bukan ASN atau PPPK. Tapi mereka tenaga ahli yang memang sangat kami butuhkan. Dan nanti kami akan bekerjasama dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa soal hal ini,” tambah Heni.
Sementara itu, Istri Wakil Walikota Cilegon, Nur Kusuma Ngarasati mengakui, sebagai guru pendamping anak disabilitas memang hal yang sangat penting. Di mana, ilmu yang mereka dapatkan ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak khususnya yang memiliki kebutuhan khusus.
“Untuk kebijakan dari pemerintah, saya serahkan ke Bu Kadis Pendidikan (Heni Anita Susila). Tapi yang jelas, saya mendorong dan meminta kepada masyarakat Kota Cilegon untuk memiliki toleransi yang tinggi untuk konsen akan keberadaan mereka. Karena, saya pernah dengar, banyak sekolah yang belum konsen terhadap anak-anak inklusi,” tegas Raras.
Selain itu, Raras yang juga Ketua GOW (Gerakan Organisasi Wanita) Kota Cilegon ini juga mendorong kepada Pemkot Cilegon untuk menyediakan taman-taman maupun tempat khusus anak disabilitas.
“Sudah sampaikan beberapa hal ke pemerintah, agar bisa menyiapkan tempat-tempat khusus mereka. Karena banyak loh anak-anak berkebutuhan khusus ini butuh tempat bereksplorasi terutama taman-taman. Dan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus ini sangat membutuhkan hal tersebut,” pungkas Raras. (Ully/Red)

