CILEGON, SSC – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon mencatat ada 91 kasus kebakaran terjadi sejak Januari hingga 6 Oktober 2025. Total kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp 1,5 miliar.
Kejadian kebakaran diantaranya menghabiskan 27 rumah tinggal, gardu panel listrik mencapai 17 gardu, kebocoran pipa gas capai 1, ledakan elpiji 1 dan kebakaran ilalang mencapai 17 kejadian.
“Tak hanya kerugian material, kebakaran pun menyebabkan terjadinya korban namun tidak ada korban yang meninggal dunia,” kata Sekretaris DKPP Kota Cilegon, Ahmad Muiz kepada Selatsunda.com, Senin (6/10/2025).
Muiz menuturkan, beberapa penyebab terjadinya kebakaran diantaranya korsleting listrik, tabung gas meledak, bensin, puntung rokok, maupun sebab lainnya. Ia mengungkapkan, dari seluruh kejadian tidak ada korban jiwa.
“Yang jelas, kami tetap tanggap dalam masalah kebakaran dengan langsung terjun ke lapangan begitu ada laporan yang diterima dari masyarakat,” tuturnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap masalah bencana kebakaran ini, apalagi saat ini musim kemarau atau kekeringan sehingga rawan terjadi kebakaran.
“Waspada dan jangan lalai dalam mengantisipasi terjadi kebakaran,” katanya.
Sementara itu, Plt Kasi Pemadam Kebakaran pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, Ashiru Robi Khan mengungkapkan, pada 2024 lalu, kejadian kebakaran di Cilegon kurang lebih 100 kejadian. Meski hingga Oktober 2025 sudah mencapai 91 kejadian kebakaran, ia pun berharap, tahun ini tidak terjadi peningkatan kejadian kebakaran di Kota Cilegon.
“Kami berkali-kali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik dan penggunaan tabung gas elpiji yang tidak aman,” harapnya. (Ully/Red)

