20.1 C
New York
Senin, Juli 27, 2026
Beranda Peristiwa Keterbatasan Lapangan Kerja Jadi Faktor Pekerja Migran Kota Cilegon Bekerja ke Luar...

Keterbatasan Lapangan Kerja Jadi Faktor Pekerja Migran Kota Cilegon Bekerja ke Luar Negeri

0
330
Pekerja di salah satu perusahaan industri di Kota Cilegon melakukan aktivitas konstruksi. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Minat masyarakat Kota Cilegon untuk menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja buruh migran masih cukup tinggi.  Untuk tahun ini saja, sampai di 7 November 2025 sebanyak 101 pekerja migran asal Kota Cilegon bekerja ke luar negeri.

Kepala Disnaker Kota Cilegon, Kepala Disnaker Kota Cilegon Panca Nugrahestianto Widodo mengatakan, masih tingginya animo masyarakat Kota Cilegon untuk bekerja di luar negeri itu karena beberapa hal. Salah satunya, sangat sulitnya mencari pekerjaan dan upah yang diberikan di luar negeri cukup tinggi.

Selain itu, kondisi ini juga dipicu karena lowongan kerja di daerah yang terbatas. Sehingga tidak bisa mengakomodasi seluruh pencari tenaga kerja (pencaker) setempat.

“Mayoritas terbanyak negara yang dituju para pekerja buruh migran Taiwan 7 orang, Turki 7 orang, Hongkong 6, Korea Selatan 6, Brunei Darussalam 6, Jepang 5, Arab Saudi 4, Uni Emirat Arab 3, Malaysia 3 dan Singapura 2,” kata Panca, Selasa (18/11/2025).

Panca menambahkan, mayoritas para pekerja asal Cilegon, yakni, pengasuh orang tua, sebagai asisten rumah tangga (ART) pengasuh bayi, lanjut usia (lansia).

“Kebanyakan jadi ART, seperti pengurus bayi dan juga lansia,” tambahnya.

Panca menjelaskan, guna menekan angka pengangguran, Pemkot Cilegon salah satunya melakukan program pelatihan bahas Jepang.  Upaya itu dengan memfasilitasi pelatihan bahasa jepang untuk para calon pekerja.

“Jadi kami bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk memfasilitasi warga Cilegon agar bisa mahir berbahasa asing,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu calon pekerja migran Indonesia, Cocay Hero Saputra mengaku, sangat ingin kerja di luar negeri karena penghasilan yang diberikan cukup tinggi. Tak hanya itu, peluang kerja di luar negeri pun cukup besar jika dibandingkan di wilayah sendiri.

“Sudah banyak kirim-kirim lamaran di perushaan. Tapi ga ada yang diterima. Mungkin karena sulit nyari kerja akhirnya saya mencoba peruntukan mau bekerja disana,” ungkapnya. (Ully/Red)