20.1 C
New York
Sabtu, Februari 21, 2026
Beranda Peristiwa Pemkot Cilegon Naikan Anggaran Honor Guru Madrasah

Pemkot Cilegon Naikan Anggaran Honor Guru Madrasah

0
136
Kantor Pemerintahan Kota Cilegon. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Bagian Kesra, Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon menaikan anggaran di 2026 untuk honor 5.189 guru madrasah.

Kepala Bagian Kesra, Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Rahmatullah mengatakan, Pemkot pada tahun ini menyiapkan anggaran honor guru madrasah sebesar Rp 36 miliar. Anggaran ini bertambah Rp 3 miliar dari tahun lalu sebesar Rp 33 miliar.

“Tahun lalu anggaran sebesar Rp 33 miliar, tahun ini menjadi Rp 36 miliar. Artinya ada kenaikan Rp 3 miliar. Kenaikan ini akan dibagi kepada sekitar 5.189 penerima, baik guru madrasah, guru ngaji, MI, MTs, MA, TPA, dan lainnya. Semua naik secara serentak, tapi besarannya nanti akan dihitung setelah Kementerian Agama mengajukan NPHD dan jumlah penerima final ditetapkan,” kata Rahmatullah,” Kamis (19/2/2026).

Meski anggaran terdapat kenaikan, sambung Rahamtullah, pihaknya belum bisa menaikan honor para guru madrasah sebesar Rp 1 juta sesuai dengan janji kampanye Rabinsar-Fajar Hadi Prabowo. Hal ini mengigat, kemampuan anggaran yang dimiliki oleh Pemkot Cilegon serta pengaruh pemangkasan TKD dari Pemerintah Pusat.

“Kenaikannya tidak jauh dari angka yang disampaikan, namun tentu tidak sampai Rp 1 juta tahun ini karena kemampuan anggaran hanya bertambah Rp 3 miliar. Dari 5.189 orang ini bisa dihitung kisarannya,” jelasnya.

Kabag disapa Aya memastikan, honor para guru madrasah ini akan mulai cair menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 ini.

“Mudah-mudahan pencairan bisa dilakukan pada bulan Maret, menjelang Idul Fitri. Kami juga sudah menyampaikan agar tidak ada tambal sulam data, misalnya ada yang sudah menjadi PPPK, P3H, atau yang sudah tidak aktif, sehingga jumlahnya nanti bisa lebih valid,” ujarnya.

Pada prinsipnya, perhatian pemerintah terhadap guru madrasah dan guru ngaji tetap ada. Walaupun ada efisiensi anggaran, kegiatan dan dukungan keagamaan tetap menjadi prioritas.

“Target kenaikan Rp1 juta tetap menjadi komitmen, namun dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.” pungkasnya.  (Ully/Red)