20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda Peristiwa MMS Terkait Gorong-gorong Tol Disebut Jadi Penyebab Perumahan Metro Cilegon Banjir, Begini...

MMS Terkait Gorong-gorong Tol Disebut Jadi Penyebab Perumahan Metro Cilegon Banjir, Begini Tanggapannya

0
459
Banjir air hujan merendam Perumahan Metro Cilegon. Tampak Warga tengah dievakuasi dengan perahu karet, Minggu (8/3/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Astra Tol Tangerang-Merak atau PT Marga Mandalasakti (MMS) menanggapi pernyataan Walikota Cilegon terkait kondisi gorong-gorong di kawasan Metro, Kelurahan Jombang Wetan.

Manajemen MMS menyatakan, dalam penanganan genangan air perlu ada kajian komprehensif lintas sektoral. Perusahaan  memandang perlu adanya kajian teknis secara komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), hingga Dinas Tata Kota.

Hal itu perlu dilakukan mengingat kejadian ini merupakan isu berulang, faktor penyebab genangan tidak dapat dilihat dari satu titik saja.

“Melainkan harus ditinjau dari perubahan tata guna lahan, debit air hulu, serta kapasitas drainase makro di sekitar wilayah jalan tol,” ujar Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan Astra Tol Tangerang-Merak, Sri Mulyo dalam keterangan tertulis yang diterima Selatsunda.com, Selasa (9/3/2026).

Kemudian perusahaan juga menyatakan, perlu adanya survei lapangan bersama. Agar terdapat solusi secara komprehensif.

“Kami juga memandang perlunya kami dan para pihak dari instansi teknis terkait di Pemerintahan Kota Cilegon untuk melakukan survey lapangan dan duduk bersama kembali. Hal ini penting untuk memastikan informasi dan kajian teknis,  sehingga solusi yang diambil bersifat permanen dan tidak hanya memindahkan masalah ke titik lain,” ungkap Sri Mulyo.

Selain itu, perusahaan juga menyampaikan bahwa setiap perubahan desain pada aset jalan tol, termasuk dimensi gorong-gorong, merupakan kewenangan strategis yang harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pekerjaan Umum (Pusat).

“Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), kami beroperasi di bawah supervisi Pemerintah Pusat dalam hal modifikasi struktur utama, untuk itu diperlukan kajian-kajian teknis yang mendasar bagian dari usulan kepada kementrian PU terhadap perubahan-perubahan lingkup desain jalan tol,” terangnya.

Pada prinsipnya, MMS mendukung penuh upaya pengendalian banjir di wilayah Kota Cilegon.

“Kami berkomitmen untuk menjalankan kebijakan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) serta kewenangan yang kami miliki demi kenyamanan masyarakat dan kelancaran arus logistik,” paparnya.

“Kami percaya bahwa kolaborasi yang solid dan berbasis data teknis antara pengelola jalan tol dan pemerintah daerah adalah kunci utama dalam menyelesaikan permasalahan drainase perkotaan secara efektif,” pungkasnya. (Ronald/Red)