20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
Beranda Pemerintahan Hasil Reses Dewan Sorot Dua SDN Rusak, Dindikbud Cilegon Nyatakan Akan Rehab...

Hasil Reses Dewan Sorot Dua SDN Rusak, Dindikbud Cilegon Nyatakan Akan Rehab di 2027

0
922
Kepala Bidang SD dan SMP pada Dindikbud Kota Cilegon, Suhanda. (Foto Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon buka suara terkait Hasil Reses II Anggota DPRD Cilegon Masa Persidangan III Tahun 2026 terkait permasalahan sekolah dasar negeri (SDN) yang mengalami kerusakan. Dindikbud Cilegon menyatakan akan segera melakukan rehabilitasi terhadap dua SDN yakni SDN Citangkil Baru dan SDN Krenceng 2 di Tahun 2027.

Diketahui sebelumnya, Hasil Reses II Anggota DPRD Cilegon Masa Persidangan III Tahun 2026 menyerap sejumlah aspirasi masyarakat. Beberapa di antaranya menyangkut permasalahan infrastruktur yang sebabkan banjir, jalan rusak, sekolah rusak dan penerangan jalan umum (PJU) yang belum memadai.

“Berdasarkan reses yang masuk kepada kami sebagai aspirasi masyarakat, untuk dua sekolah ini masuk dari aspirasi masyarakat Citangkil. Insya Allah rehab SDN Citangkil Baru dan SDN Krenceng 2, insya Allah akan kita alokasikan di 2027 untuk rehabilitasinya,” ungkap  Kepala Dindikbud Kota Cilegon, Heni Anita Susila melalui Kepala Bidang SD dan SMP pada Dindikbud Kota Cilegon, Suhanda, Rabu (17/3/2026).

Sebelum memulai rehabilitasi di 2027, Suhanda menyatakan, Dindikbud rencananya pada tahun ini akan membuatkan Detail Engineering Design (DED).  

“Bisa nanti kita siapkan untuk DED-nya di perubahan, kalau memang bisa diajukan untuk penambahan di APBD perubahannya,” terang Suhanda.

Suhanda mengungkapkan dua sekolah tersebut baik SDN Citangkil Baru dan SDN Krenceng 2 telah diklasifikasikan sebagai sekolah dengan kondisi rusak sedang.

“Untuk menentukan rusak berat, sedang dan ringan ada kategorinya. Kalau rusak berat, struktur bangunannya mengkhawatirkan. Untuk dua sekolah ini, kategorinya rusak sedang. Sekitar 30 persenan,” paparnya.

Yang paling dominan mengalami kerusakan pada dua sekolah tersebut, kata Suhanda adalah ruang kelas. Namun untuk memastikan seluruhnya, Dindikbud akan melakukan survei ke lokasi.

“Setahu saya memang yang paling utama adalah ruang kelas. Tapi nanti untuk itu, kami akan tinjau ke lapangan bersama konsultan,” ujarnya.

Saat disinggung berapa besar anggaran yang akan dialokasikan untuk rehabilitasi dua SDN tersebut, Dindikbud belum memperkirakannya. Nilai anggaran untuk rehabilitasi akan ditentukan setelah melakukan pengecekan kerusakan di lapangan.

“Untuk menetukan berapa nilai pagu yang dibutuhkan untuk ini, kami harus membawa konsultan kesana. Bagian-bagian mana yang rusak dan harus diganti, dari situ akan muncul kebutuhannya di RAB,” paparnya.

Suhanda mengaku, hasil reses dewan sudah menjadi atensi bagi pihaknya dan akan mealokasikan anggaran di 2027.

“Ini sudah menjadi catatan kami, dan kami sudah menyiapkan untuk dialokasikan di 2027, anggarannya,” pungkasnya. (Ronald/Red)