20.1 C
New York
Jumat, Mei 1, 2026
Beranda Peristiwa Ancaman El Nino di Kota Cilegon, Tiga Kecamatan Terancam Alami Krisis Air...

Ancaman El Nino di Kota Cilegon, Tiga Kecamatan Terancam Alami Krisis Air Bersih

0
319
Seorang warga tengah mencuci pakaian di sumber mata air Gunung Batur, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Senin (28/4/2025). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon memperkirakan terdapat 3 wilayah kecamatan yang berpotensi terdampak krisis air bersih akibat fenomena El Nino selama musim kemarau.

Kepala BPBD Kota Cilegon, Damanhuri mengaku, potensi terkait isu El Nino sudah mulai dibahas dengan sejumlah institusi baik dengan BPBD Provinsi Banten dan BNPB leat zoom meeting, beberapa waktu lalu. Kemarau panjang diperkirakan akan terjadi mulai bulan Mei atau Juni ini.

Terkait dengan hal itu, kata Damanhuri, beberapa wilayah di Kota Cilegon berpotensi mengalami krisis air bersih. Wilayah itu diantaranya, Kecamatan Grogol, Kecamatan Pulomerak dan Kecamatan Cibeber.

“El nino itu, sumber air yang sedikit, jadi banyak panasnya, nah ini di Cilegon biasanya wilayah yang terdampak itu Kecamatan Grogol, Kecamatan Pulomerak, sebagaian Cibeber daerah Cikerai Bulakan, disana ada lahan pertanian. Yang terdampak sekali grogol, karena disana, digunung, ada yang tanam tangkil. Kalau penghujan masih dapat hasil, tanaman di gunung itu sendiri. Tetapi kalau terjadi musim kering, mereka tidak bisa panen,” ujarnya kepada media, Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Rabu (1/4/2026).

Untuk mengantisipasi potensi krisis air bersih, kata Damanhuri, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan OPD terkait dalam memenuhi kebutuhan air. Upaya jangka pendek itu dilakukan agar wilayah-wilayah yang mengalami krisis tercukupi  kebutuhan airnya.

“Langkah antisapasinya memang, karena memang itu terjadi di tahun kemarin seperti itu, minimal pemerintah, terutama, Pemkot Cilegon, harus mempersiapkan bagaimana minimal untuk kebutuhan air terpenuhi terlebih dahulu,” tuturnya.

“Kemudian juga kebutuhan pangan, ada koordinasi dengan Provinsi ataupun dengan pemerintah daerah terkait rencana apa bantuan yang akan diberikan. Ini perkiraan, kan belum tentu pasti akan terjadi. Mudah-mudahan jangan sampai ada kekeringan di Cilegon, dengan cuaca yang terjadi sekarang ini,” sambung Damanhuri.

Sementara langkah jangka panjang, katanya, saat ini Pemkot juga tengah membangun jaringan pipa air ke wilayah Grogol Hingga Pulomerak. Diharapkan ketika nanti dapat dioperasikan, masalah krisis air dapat teratasi.

“Nanti jaringannya masuk daerah Merak, itu jangka panjang. Sekarang kan sedang direncanakan pipanisasi sampai Merak,” bebernya.

Langkah antisipasi musim kemarau tidak hanya terkait krisis air bersih. Namun, kata Damanhuri, pihaknya juga akan berkoodinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) untuk memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan di saat kemarau.

“Insya Allah nanti juga akan saya sampaikan ke Dinas Damkar supaya mereka menghimbau kepada masyarakat, terutama lahan yang kosong (tidak dilakukan pembakaran) karena itu (kebakaran) yang sering terjadi,” pungkasnya. (Ronald/Red)