20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
Beranda Peristiwa Puluhan Siswa MTS di Cilegon Diduga Alami Keracunan usai Konsumsi MBG

Puluhan Siswa MTS di Cilegon Diduga Alami Keracunan usai Konsumsi MBG

0
92
Siswa dilarikan ke puskemas diduga keracunan usai konsumsi MBG. (foto Ist)

CILEGON, SSC – Puluhan siswa MTs Al-Inayah Kota Cilegon dikabarkan dilarikan ke sejumlah puskesmas di Kota Cilegon pada Kamis (16/4/2026). Siswa tersebut dilarikan ke puskesmas diduga keracunan usai mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).

Informasi yang dihimpun, puluhan siswa MTs Al-Inayah dilarikan ke Puskesmas Cibeber, Puskesmas Cilegon dan Puskemas Jombang. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Siswa diduga mengalami gejala demam dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Kapolres Cilegon, AKBP Martua Silitonga membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyatakan, siswa yang mengalami gangguan pencernaan dibawa ke sejumlah puskesmas.

“Hasil data, pas kami datang kesana, ada 8 orang yang ada di Puskesmas Cibber. Tetapi Ada juga di Puskemas Jombang dan Puskemas Cilegon,” ungkap Kapolres Martua di Mapolres kepada awak media, Jumat (17/4/2026).

“Yang ada di puskemas itu ada 8 orang, tetapi kita mengecek informasi yang ada di data, kurang lebih ada 49 orang,” sambungnya.

Kapolres menyatakan, gejala atau gangguan kesehatan yang dialami siswa, satu dengan yang lain berbeda-beda. Ada yang mengalami mual, pusing dan juga gejala lainnya. Pihaknya masih menginventarisir siswa yang diduga keracunan.

Ia menjelaskan, reaksi tubuh siswa yang mengalami keracunan, satu dengan yang lain berbeda-beda. Ketika korban mengkonsumsi lalu keracunan, kemungkinan tubuh bisa langsung seketika bereaksi dan bisa juga setelahnya.

“Reaksi dari psikologis tubuh setiap orang tergantung waktu. Itu berbeda-beda. Jadi bisa saja setelah mengkonsumsi makanan tersebut, langsung bereaksi seketika tetapi bisa saja kemudian,” ucapnya.

Kapolres Silitonga menyatakan, adanya peristiwa tersebut harus dilakukan uji laboratorium. Karena keracunan tidaknya siswa disesuaikan dengan darah yang diambil.

“Kenapa harus uji benar, kandungan di makanan itu, kandungan di bahan baku di makanan itu, mapun dikaitkan konect ngga dia (keracunan), nyambung ngga, dengan apa yang kita ambil dari darah. Karena adik-adik kita bersekolah di madrasah, nanti kita akan berkoordinasi dengan memberikan pelayanan aktif,” sambung Kapolres.  

Pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. Kepolisian akan meminta keterangan sejumlah pihak dan melakukan pemeriksaan uji laboratorium. (Ronald/Red)