20.1 C
New York
Jumat, April 17, 2026
Beranda Peristiwa Walikota Robinsar Soal Siswa MTS Diduga Keracunan Konsumsi MBG: Kalau Salahi SOP,...

Walikota Robinsar Soal Siswa MTS Diduga Keracunan Konsumsi MBG: Kalau Salahi SOP, Kita Rekom Tutup Sementara

0
93
Walikota Cilegon Robinsar diwawancara terkait siswa diduga keracunan usai konsumsi MBG, Jumat (17/4/2026). Foto Ist

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon, Robinsar angkat bicara terkait adanya peristiwa puluhan siswa MTS Al Inayah yang diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG). Orang nomor satu di Kota Cilegon itu menyatakan, pihaknya pasca siswa keracunan akan melangsungkan rapat dengan Dinas Kesehatan Cilegon.

Robinsar menyatakan, yang pasti siswa saat mengalami keracunan sudah ditangani dengan baik. Nanti pihaknya akan mengambil langkah berikutnya untuk pengecekan.

Robinsar tegas menyatakan, bilamana kejadian itu menyalahi standar operasional prosedur  (SOP) maka pihaknya akan merekomendasikan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup sementara.

“Kita akan rekomendasikan, kalau memang itu secara SOP menyalahi, kita rekomendasi ke BGN untuk penutupan sementara sampai dengan diperbaiki tata kelolanya,” ujar Robinsar kepada media di Kegiatan Penanaman Pohon di Situ Rawa Arum, Jumat (17/4/2026).

Robinsar saat disinggung siapa penyedia atau Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), belum mengeceknya. Dia nanti akan mengeceknya.

“Belum monitor. Nanti coba cek,” ungkapnya.

Robinsar  mengungkapkan, nanti pihaknya akan mendorong kepada pihak SPPG untuk menjalankan operasional dapur sesuai dengan SOP. Begitupun kepada pihak sekolah sebagai penerima manfaat MBG. Karena batas konsumsi makanan ada waktunya.

“Nanti Kita dorong juga ke penyedia dapur, untuk bisa melakukan, menjalankan operasional dapur sesuai sop-nya. Dan juga terhadap penerima juga. Kan batas makanan ada jangka waktunya,” ucapnya.

Jangan sampai, kata Robinsar, MBG yang disiapkan pagi  hari dikonsumsi melebihi batas waktunya. Begitupun saat siang hari. Itulah yang berpotensi terjadinya keracunan.

“Jangan sampai yang harusnya makan siang, dimakan sore. Jangan sampai makan pagi, di makan siang. Itu yang potensi keracunan. Supaya semuanya baik dari pihak dapur dan penerima manfaat harus bisa dapat melaksanakan sesuai aturan atau SOP,” pungkasnya. (Ronald/Red)