20.1 C
New York
Rabu, April 22, 2026
Beranda Peristiwa Dua Insiden Dugaan Siswa Keracunan MBG Terjadi di Cilegon, Walikota Robinsar :...

Dua Insiden Dugaan Siswa Keracunan MBG Terjadi di Cilegon, Walikota Robinsar : Ini Jadi Atensi Bersama

0
51
Walikota Cilegon Robinsar diwawancara terkait siswa keracunan MBG usai kegiatan Pembukaan TMMD Ke-128 di Pelabuhan Indah Kiat, Rabu (22/4/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Walikota Cilegon Robinsar menanggapi adanya dua insiden siswa yang diduga mengalami keracunan mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di wilayahnya. Orang nomor satu di Kota Cilegon ini mengungkapkan, adanya dua insiden tersebut perlu menjadi atensi bersama semua pihak.

Kata Robinsar, insiden tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab dari kepala dapur saja tetapi semua yang berkepentingan termasuk yayasan yang menaungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu dikatakannya, agar seluruhnya berjalan aman.

Diketahui, insiden siswa diduga keracunan MBG menimpa siswa MTs Al Inayah dan murid SDN Cikerai 2. Sebanyak 49 siswa MTs Al Inayah diduga menalami keracunan MBG pada Kamis, (16/4/2026). Sementara sebanyak 19 murid SDN Cikerai 2 diduga keracunan MBG pada Senin (20/4/2026).

“Intinya memang harus jadi atensi bersama, tidak hanya kepala dapur. Tetapi semua stakehoder, baik yayasannya mengawasi secara ini lah, memastikan dapur berjalan dengan aman,” ungkap Robinsar kepada awak media usai kegiatan Pembukaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-128 di Pelabuhan Indah Kiat, Rabu (22/4/2026).

Robinsar mengungkapkan, Pemkot meski terdapat dua insiden tersebuttidak dapat melakukan intervensi. Segala keputusan untuk mensetop operasional SPPG, berada paka kewenangan Badan Gizi Nasional (SPPG). Pemkot hanya sebatas merekomendasikan saja.

“Segala bentuk keputusan, untuk mensetop meng-hold, itu kewenangan dari BGN. Kalau kita sifatnya merekomendasikan. Rekomendasi juga tidak serta merta juga, atas dasar itu semua juga,” tuturnya.

Robinsar menyinggung pada saat insiden sejumlah murid SDN Cikerai 2 diduga mengalami keracunan MBG, mendatangani Puskesmas Cibeber. Ia bersyukur, murid sudah ditangani dan berangsur pulang.

Adanya kejadian itu, kata Robinsar, pihaknya meminta Koordinator Wilayah BGN Kota Cilegon untuk menyikapinya. Hari ini juga, kata dia, seluruh yayasan atau mitra SPPG juga diundang Pemkot. Mereka dikumpulkan untuk mengetahui sejauh mana perizinan yang telah diurus. Bilamana terdapat SPPG yang belum berizin lengkap, untuk segera cepat mengurusnya.

“Saya koordinasi dengan BGN korwil, saya minta segera disikapi. Harapan kami, hari ini rapat dengan semua yayasan, SPPG, kepala dapur terhadap dapur-dapur yang belum berizin, untuk segera. Dapur-dapur yang masih dalam proses. Cuman ada pengembalian data dokumen, mengulang kembali, mohon lebih cepat,” pungkasnya. (Ronald/Red)