
CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon meminta dukungan kepada DPRD Kota Cilegon terkait dengan adanya program pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang merupakan program Pemerintah Pusat. Permintaan dukungan ini terkait dengan permohonan anggaran untuk pos operasional anggaran operasional dan belanja armada.
Diketahui permohonan dukungan disampaikan lewat Surat Walikota Cilegon ditujukan kepada Ketua DPRD Cilegon yang ditanda tangani oleh Wali Kota Cilegon Robinsar tanggal 28 April 2026.
Wali Kota Cilegon, Robinsar dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkannya. Ia mengatakan, program PSEL merupakan program Pemerintah Pusat. Program itu untuk menangani persoalan sampah. Di mana sampah dikelola menjadi energi listrik.
Saat ini, memang kata Robinsar, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani.
Ia bersyukur, Pemkot Cilegon dilibatkan dalam program PSEL tersebut. Di mana sampah dengan volume 300 ton per hari dapat dikelola untuk dikirim ke pabrik PSEL Serang Raya yang akan dibangun di Kota Serang.
“Pertama itu kan program Pak Presiden (Prabowo Subianto) perihal penanggulangan penanganan sampah. Memang hari ini sampah menjadi momok, menjadi persoalan utama, pekerjaan rumah kita untuk mengelolanya. Alhamdulillah, Pak Presiden memiliki program mengubah dari sampah menjadi listrik,” ujar Robinsar, Selasa (12/5/2026).
“Alhamdulillah Pemkot Cilegon pun dilibatkan sebagai daerah yang menjadi target sasaran, alhamdulillah Cilegon serap 300 ton perhari setelah pabriknya (di Kota Serang) mulai berdiri,” sambungnya.
Ia menyatakan, program PSEL adalah program yang baik. Ia yakin DPRD juga mendukungnya.
“Karena ini juga programnya baik, penanganan sampah, dan program Pak Presiden, kami yakin percaya, pasti teman teman dari DPRD men-follow up dengan baik,” paparnya.
Terkait permohonan dukungan anggaran untuk operasional dan armada, Robinsar menjelaskan, pihaknya menargetkan dapat mengirim sebanyak 300 ton perhari. Jika dihitung, marmada yang dibutuhkan kurang lebih 60 unit. Semantara saat ini Pemkot hanya memiliki armada pengangkut sampah hingga 40 unit.
“Karena kan kita ditarget kurang lebih 300 ton perhari, kalau kita hitung itu 60 rit perhari. Kita asumsi satu mobil 1 rit, kita butuh 60 mobil. Sedangkan mobil kita hari ini baru ada 35-40 unit lah,” terangnya.
Ia berharap agar permohonan tersebut mendapat dukungan dari DPRD Cilegon. Karena program PSEL merupakan program Pemerintah Pusat, kata Robinsar, Pemkot harus mengoptimalkannya. Jangan sampai nanti saat program berjalan malah sampah tidak terkirim.
Jika itu terjadi, kata Robinsar, akan menjadi sorotan kepada daerah.
“Karena memang ini menjadi syarat, program pemeritah pusat. kita harus optimal juga. Jangan sampai sampah ada, tapi tidak terkirim, karena kurang armada, kan akhirnya kita jadi sorotan juga, berarti kan tidak tidak mendukung program Pak Presiden,” bebernya.
Robinsar mengungkapkan, Pemkot tidak ingin menjalankan program itu dengan tidak optimal tetapi justru sebaliknya. Program PSEL itu harus direalisasikan.
“Kita tidak mau cilegon seperti itu, karena ini berasa manfaatnya, makanya kita dorong apa yang menjadi kekeurang supaya direalisasikan,” pungkasnya. (Ronald/Red)




