20.1 C
New York
Minggu, Oktober 25, 2026
Beranda Peristiwa Jelaskan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Gubernur Banten Minta Masyarakat Kurangi...

Jelaskan Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Gubernur Banten Minta Masyarakat Kurangi Kegiatan Luar Ruangan

0
423
Gubernur Banten Andra Soni diwawancara saat kunjungan di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Gubernur Banten, Andra Soni menjelaskan bahaya paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Andra menyatakan, abu vulkanik mempunyai karakteristik sendiri dan berbahaya bagi kesehatan.

Abu vulkanik, kata Andra mengandung silika tajam dan jika terhirup maka akan mengakibatkan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Abu vulkanik juga bisa berdampak pada mata. Kalau terkena mata maka akan mengakibatkan iritasi.

“Abu vulkanik ini punya karaktaerstik sendiri dan ini berbahaya bagi kesehatan. Terutama dia adalah mengandung silika tajam dan kalau terhirup dia akan mengakibatkan ISPA dan kemudian kalau kena mata maka dia akan mengakibatkan iritasi,” ujar Andra usai mengunjungi Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).

Oleh karena adanya bahaya itu, kata Andra, pihaknya menganjurkan agar masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan di luar ruangan.

“Maka kami menganjurkan kepada masyarakat  khususnya wilayah pesisir untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan meminta mereka menjaga air mereka, karena bisa masuk ke dalam air. Air yang mereka minum, ditutup dan diupayakaan untuk menutup jendela,” ujar Andra.

Sejauh ini, Pemprov Banten belum mendapat laporan masyarakat yang terpapar ISPA. Namun dari laporan yang diterimanya, beberapa puskemas sudah mulai membagikan masker ke masyarakat.

“Sementara belum, belum tersampaikan. Nanti akan update, kita akan update. Saya tadi seharian disini, saya belum update. Tetapi beberapa puskemas salah satu di Labuan telah melakukan pemberian masker ke masyarakat,” paparnya.

Selain terkait bahaya kesehatan, kata Andra, pihaknya pun meminta agar masyarakat menghindari lava erupsi dan sebagainya. Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mendekati Gunung Anak Krakattau. Ia pun menyarankan agar masyarakat menggunakan masker jika berada di luar rumah.

“Dianjurkan, diminta untuk tidak beraktivitas tiga kilometer dari pusat Gunung Anak Kraktau. Terkait dengan hujan abu, disarankan untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah dan mengurangi aktiitas masyarakat,” tuturnya.

Andra juga menyinggung upaya yang dilakukan Pemprov saat ini melindungi masyarakat. Salah satunya kepada satuan pendidikan di kota/kabupaten untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Salah satu yang kita lakukan dalam rangka antisipiasi melindungi masyarakat, kami akan melaksanakan PJJ, pembelajaran jarak jauh bagi satuan pendidikan yang ada di Provinsi Banten dan kita sudah berkoordinasi dengan kabupaten kota,” tuturnya.

Yang paling utama, kata Andra, pihaknya meminta kepada Dinas Kesehatan Porvinsi Banten untuk berkoordinasi dengan pemerintah kota/kabupaten terkait adanya erupsi Gunung Anak Krakatau. Ia meminta jajarannya segera memberikan bantuan masker. Ia juga meminta kepada BPBD Banten untuk koordinasi mitigasi bencana.

“Yang paling utama adalah saya minta kepada dinas kesehatan untuk saling berkoordiansi dengan kabupaten kota terkait salah satunya pemberian bantuan masker,” paparnya.

“Dan kemudian kepada BPBD untuk koordinasi mitigasi bencananya.  Tentu kita berharap kepada Yang Maha Kuasa, berdoa ke Maha Kuasa, dilindungi, tetapi persiapan kita, kewaspadaan kita harus ditingkatkan,” sambungnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang.  Dengan begitu, seluruh masyarakat dapat terhindar dari bencana.

“Dan saya minta untuk tidak panik dan tidak mengurangi kewaspdaannya. Sehingga kita terhindar dari bencana,” pungkasnya. (Ronald/Red)