SERANG, SSC – Kapal Tugboat Gunung Santri milik dari PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT PCM) turut melakukan pencarian pada hari keempat peristiwa lima jurnalis dan tiga ABK yang hilang kontak saat peliputan di Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.
Pencarian hari keempat dengan menggunakan Kapal Tugboat Gunung Santri dipimpin langsung oleh Wali Kota Cilegon, Robinsar. Robinsar berangkat bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Sekrait Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon. Pencarian itu juga turut Direktur Keuangan dan SDM PT PCM, Didi Sudiran dan Direktur Utama PT BPRS Cilegon Mandiri, Yoka Desthruka.

Kapten Kapal Tugboat Gunung Santri, Yuyun Asyari mengatakan, Tb Gunung Santri turut terlibat dalam pencarian dengan menyisir hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.
“Jadi berangkat mulai dari Indah Kiat menuju kKrakatau untuk evakuasi wartawan yang hilang. Kami harapkan dengan adanya tim, kita dapat menemukan jurnalis dan ABK yang hilang,” ucapnya.

Sementara Wali Kota Cilegon, Robnsar mengatakan, sejak bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat hingga Kawasan Gunung Anak Krakatau, tim terus melakukan pemantauan dan penyisiran. Namun jurnalis dan ABK masih belum ditemukan.
“Dari jam 10 pagi bertolak dari Pelabuhan Indah Kiat Merak sampai di sekitaran kawasan Krakatau, terus memantau sampai sekarang perjalanan mengharapkan dipertemukan dengan rekan jurnalis tapi memang sampai detik ini kami belum menemukan tanda tanda apapun,” terangnya.

Pihaknya berharap baik Tim Tb Gunung Santri dan tim SAR Gabungan lainnya dapat menemukan jurnalis dan ABK yang masih dalam pencarian.
“Kami berharap terus dari tim terkait, TNI Polri dan Basarnas terus melakukan evakuasi di wilayah samudra hindia, harapannya tim terkait memberikan hasil yang optimal,” paparnya.
“Intinya kami memnatu secara iktiar, mengarungi lautan tetapi belum ada tanda tanda apapun. Semoga hari ini rekan yang kami cari masih ditemukan,” ungkapnya. Tim Kapal Tugboat Gunung Santri bertolak dari lokasi sekitar pukul 17.00 WIB. Sepanjang arah menuju Pelabuhan Indah Kiat, tim terus menyisir perairan Selat Sunda. Tim tiba di pelabuhan sekitar pada Sabtu, (12/9/2026) sekitar pukul 01.18 WIB. (Ronald/Red)





