20.1 C
New York
Rabu, September 23, 2026
Beranda Peristiwa Polisi Ungkap Mr X di Pulau Enggano, Jenazah Merupakan Surakman ABK Kapal...

Polisi Ungkap Mr X di Pulau Enggano, Jenazah Merupakan Surakman ABK Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda

0
84
Polda Banten mengungkap hasil temuan lima jurnalis dan tiga ABK Kapal Speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda saat digelar di Mapolda, Rabu (23/9/2026). Dari hasil identifikasi Mr x yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, polisi menyimpulkan jenazah merupakan Surakman, ABK Kapal Arupadhatu. (Foto Ist)

SERANG, SSC – Kepolisian Daerah (Polda) Banten membeberkan hasil temuan satu orang dari lima jurnalis dan tiga kru kapal speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di Perairan Selat Sunda. Polda Banten mengungkapkan, seorang Mr X yang ditemukan di Pulau Enggano, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu pada Sabtu, 12 September 2026 lalu merupakan ABK Kapal Speedboat Arupadhatu 1 bernama Surakman.   

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki mengatakan, informasi penemuan jenazah Mr x di Pulau Enggano diperoleh pada hari kelima pencarian jurnalis dan kru kapal Arupdhatu 1. Mendapat informasi itu, Polda Banten langsung berkoordinasi dengan Polda Bengkulu.

“Untuk penemuan Mr X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, untuk diamankan. Diamankan dalam artian, jenazah, mayat tadi diamankan dari P Enggano dibawa pesawat Chesna, menuju rumah sakit Bayangkara Polda Bengkulu,” ujar Kapolda dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026).

Adanya temuan itu, Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Banten dan Biddokes Polda Bengkulu langsung berkoordinasi. Biddokes Polda Banten langsung menunjukan data post mortem dan ante mortem keluarga 8 orang yang hilang di Selat Sunda untuk dicocokan.

“Hasil koordinasi Kabid Dokkes Polda Banten dan Kabid Dokkes Polda Bengkulu, dari Bid Dokes Polda Banten menunjukan ante mortem dan post mortem dari 8 keluarga yang hilang, atau loss contact dari 8 anggota keluarga yang hilang. Ada satu jenazah Mr X tadi, telah dilakukan pemerikaan oleh Pusdokes Polri, cq Kepala Bidang Laboratoriaum Pusdokes Polri,” ujar Kapolda.

Kapolda Hengki menerangkan ciri-ciri dari Mr x yang ditemukan di Pulau Enggano yakni mengenakan celana pendek hitam dan tinggi tubuh sekitar 163 centimeter dan umur 50 tahun.

Kepolisian kemudian melakukan identifikasi secara ilmiah atau DVI (Disaster Victim investigation) dengan mencocokan jenazah Mr x dengan data ante mortem dan post mortem.

“Proses identifikasi mayat, sepakati identivikasi dan pencocokan oleh tim DVI (Disaster Victim investigation) terkait data ante mortem dari keluarga korban kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda terhadap seorang mayat Mr X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Baik dari data primer yaitu dari sidik jari, gigi dan DNA,” ungkap Hengki.

Dari hasil identifiksi berdasarkan pemeriksaan DNA dan operasi DVI Dokes Polri, kepolisian mengidentifikasi jenazah MR x adalah Surakman yang merupakan ABK Kapal Arupadhatu 1.

“Hasil identivikasi, berdasarkan hasil pemeriksaan DNA, operasi DVI Bidokes Polri terhadap seorang mayat Mr x yang ditemukan di Pulau Enggano di Bengkulu, bahwa secara genetik, BM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mr x, teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK kapal,” terangnya.

“Ayah biologis dari Tuan Yayat. Tuan Yayat ini adalah sebagai putra kandung dari Bapak Surakman, ABK kapal Arupadathu 1 yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada tanggal 7 September 2026,” pungkas Kapolda.

Pada pemberitaan sebelumnya, Diketahui, pada hari Senin tanggal 7 September 2026 sekitar pukul 15.04 WIB, lima jurnalis dan tiga kru kapal speadboat Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak. Kedelapan orang yang berstatus dalam pencarian itu yakni M. Bagus Khoirunnas, jurnalis dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal jurnalis freelance, Warta kapten kapal, Surakman anak buah kapal (ABK), Heriyanto selaku guide.

Tim SAR telah melakukan pencarian dan pertolongan selama 7 hari lalu kemudian diperpanjang 3 hari. Selama sepuluh dari pencarian, 8 orang belum ditemukan dan operasi dihentikan. (Ronald/Red)