Tim Inafis Polres Kota Cilegon melakukan evakuasi terhadap penemuan mayat di galian c Cibeber,” Selasa (9/2/2021). Foto : Dokumentasi Polsek Cibeber

CILEGON, SSC – Pemkot Cilegon mengaku akan berkoordinasi dengan Pemprov Banten terkait kondisi dan izin pertambangan di wilayahnya, karena kerap menelan korban jiwa. Tercatat belakangan terakhir tiga nyawa tewas akibat aktivitas galian c.

“Kita akan koordinasi dengan provinsi, minta laporan mereka, petanya punya enggak, ini yang hancur, ini yang parah. Kita lihat dulu, kita publish. Datanya update enggak,” kata Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta ditemui di ruang kerjanya, Jumat (5/3/2021).

Ia menerangkan, usai melakukan koordinasi, pihaknya juga akan menggelar penelusuran sebagai tindak lanjutnya. Termasuk mengetahui tanggung jawab perusahaan penambangan untuk mereklamasi lubang galiannya.

“(Penelusuran oleh Pemkot Cilegon) ya nanti setelah kita ketemu dengan Distamben (Banten). Kita petakan dulu punya siapa, izinnya habis atau enggak,” terangnya.

Baca juga  Moncer di Pileg 2019, PAN Siapkan Kader di Pilkada Cilegon 2024

Lebih lanjut, pihaknya pun akan meminta Polres Cilegon untuk memberikan sanksi bagi pelanggar.

“Kepolisian juga punya kewenangan masing-masing,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Selasa, (9/2/2021) lalu, Polsek Cibeber mengevakuasi jenazah dilubang bekas galian tambang pasir di Kalitimbang. Mayat berinisial ES (24) yang sempat dilaporkan hilang ke polisi sejak Minggu, (2/2/2021) kemarin.

Kemudian ibu muda berinisial Rt (24), tubuhnya juga ditemukan mengambang di lubang bekas galian yang sudah terisi air seperti kolam. Lokasinya ada di Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, pada 02 Maret 2021. Korban saat itu meninggalkan rumah sejak tanggal 01 Maret 2021.

Kecelakaan dilokasi tambang juga terjadi pada 08 Februari 2021, lokasinya di sekitar Jalan Lingkar Selatan (JLS), tepatnya di Lingkungan Curug Rotan, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Banten.

Baca juga  Larangan Warung Nasi Buka di Siang Hari Tuai Kontroversi, Ini Penjelasan Walikota Serang Syafrudin

Truk bernomor polisi A 9162 Y itu masuk kedalam lubang galian sedalam 10 meter, mobil ringsek dan sang sopir tewas dilokasi kejadian. Sedangkan kondekturnya mengalami luka parah. (Ully/Red)