Ketua DPD PAN Cilegon Alawi Mahmud mengambil formulir pendaftaran Ketua PAN Cilegon. Foto : Dokumentasi Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya menunjuk dan memutuskan Alawi Mahmud sebagai Ketua DPD PAN Kota Cilegon untuk kedua kalinya. Alawi Mahmud ditunjuk sebagai ketua menakodai PAN Cilegon untuk periode 2021 – 2026.

Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD PAN Kota Cilegon Oji Armuji membenarkan jika pihaknya telah menerima salinan surat dari DPP yang ditandatangi oleh Yandri Susanto menetapkan Alawi Mahmud sebagai Ketua Formatur Terpilih PAN Cilegon. Selain Kota Cilegon, DPP juga menetapkan ketua formatur terpilih untuk dua DPD kota/kabupaten lain yakni Kota Serang dan Kabupaten Serang.

“Dalam kesempatan penetapan itu memang tidak disampaikan melalaui SK (surat keputusan) tertulis hasil rapat pleno rapat harian DPP. Namun, melalui pemanggilan. Ketua Formatur terpilih secara langsung untuk Kota Cilegon sendiri saudaraku Haji Alawi Mahmud, secara resmi dan sah ditetapkan sebagai ketua formatur DPD PAN Kota Cilegon 2021 – 2026,” kata Oji, Minggu (28/3/2021).

Atas terpilihnya Alawi ini, pihaknya mengucapkan selamat dan menyampaikan terima kasih kepada internal partai telah mensukseskan Musda. Ia berharap, untuk 5 formatur lainnya dapat tetap menjaga soliditas partai demi terwujudnya target 3 besar PAN di Pemilu 2024.

“Dalam kesempatan ini kami juga menyampaikan kepada semua pihak yang konsen dengan dinamika internal suksesi DPD PAN Kota Cilegon, menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu proses suksesi DPD PAN Kota Cilegon sampai menghasilkan keputusan terbaik yang bisa dinterprestasikan DPP dan DPW untuk kita semua,” ujarnya.

Oji berharap, DPP bisa membantu DPD dalam menerbitkan SK Keputusan. Sehingga ketua formatur terpilih bisa secepatnya menyusun kepengurusan dan membuat rapat kerja.

“Biasanya SK paling lambat 30 hari setelah ditetapkan. Kami berharap pengurus diatasnya untuk segera menerbitkan SK, sehingga kepengurusan yang baru bisa menyusun kepengurusan dan agenda rapat kerja. Tidak terkendala seperti sebelumnya usai musda lagi,” pungkasnya. (Ully/Red)