SERANG, SSC – Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy meminta kepada TNI/Polri untuk mengamankan pelaksanaan penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 di Banten.

Hal tersebut disampaikan Andika dalam sambutan Apel Kesiapsiagaan TNI-Polri serta pemda dalam rangka pengamanan pilkada 2020, di Alun-alun Kota Serang, Banten, Rabu (25/11/2020

Andika mengingatkan kepada para anggota TNI-Polri untuk membantu menyukseskan pelaksanaan pilkada mulai penetapan calon sampai hari pencoblosan 9 Desember mendatang meski ditengah kondisi covid-19.

“Saya meminta agar TNI/Polri dapat memberikan dan menyampaikan sosialiasi yang kontruktif di daerah yang menggelar pilkada agar dapat menggunakan hak pilihnya dalam pilkada 2020,” kata Andika kepada awak media di Alun-Alun Kota serang, Rabu (25/11/2020).

Oleh karenanya, ia meminta agar pelaksanaan pengamanan pilkada ini mengedepankan protokol kesehatan dan tata cara pemilihan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Setiap Pemda sudah membuat Perda (Peraturan Daerah) dan Provinsi Banten sudah ada Pergub (Peraturan Gubernur). Dua aturan ini yang menjadi landasan hukum ketika melakukan pendisiplinan kepada masyarakat.

“Kondisi pilkada kali ini kita sedang menghadapi pandemi Covid-19, tentu sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saya menghimbau untuk tidak berkerumun,” jelasnya.

Sementara itu, Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto pada penyelenggaran pilkada 2020 ini, pihaknya akan mempersiapkan 1.000 personel gabungan untuk mengamankan terselenggaranya kegiatan pilkada.

“Kerawan itu seperti proses pendaftaran, kampanye, pemungutan suara, penetapan calon di situ banyak kerawanan. Maka kami perlu melakukan pengamanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengaku pihaknya akan melakukan pengamanan hingga semua tahapan selesai. Ia juga meminta agar masyarakat dapat membantu pemerintah dalam menekan penyebaran virus corona.

“Saya ingatkan bagi warga Banten untuk tidak berkerumun. Pemerintah sudah banyak menggeluarkan anggaran. Saya berharap partisipasi masyarakat dalam menekan virus corona,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar menjelaskan, salah satu kegiatan yang berpotensi menggumpulkan massa saat pelaksanaan pemugutan suara. Dengan kondisi ini, ia meminta saat penghitungan suara bisa menunggu hasil penghitungan di rumah.

“Kami meminta untuk penghitungan suara agar bisa menunggu hasilnya di rumah saja,” pungkasnya. (SSC-03/red).