CILEGON, SSC – Musyawarah Kota ke-V Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kota Cilegon digelar, Hari ini, Kamis (19/1/2023). Dalam musyawarah tersebut, Tommy Rahmatullah secara aklamasi terpilih kembali menjadi Ketua Apindo Kota Cilegon untuk peride 2023-2025.
Tampak pejabat Pemerintah Kota Cilegon menghadiri kegiatan tersebut diantaranya Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’Raj. Ditemui usai Muskot, Isro menyampaikan pesan kepada Ketua Terpilih. Ia mengharapkan agar dengan terpilihnya ketua dan pengurus yang baru, Apindo dapat melakukan terobosan. Caranya dapat mendatangkan investor untuk berinvestasi di Kota Cilegon.
“Bagaimana caranya, kehadiran Apindo ini harus pintar cari investor padat karya ke Kota Cilegon. Dengan kehadiran investor padat karya mampu berdampak positif mengurangi angka pengangguran di Kota Cilegon,” kata Isro.
Isro menambahkan, Kota Cilegon memiliki lokasi yang cukup strategis seperti JLS (Jalan Lingkar Selatan) dan JLU (Jalan Lingkar Utara) untuk menempatkan para investor padat karya menanamkan investasi di Cilegon.
“Kita ini kan ada JLU, JLS jadi bagaimana para investor ini mau ke Cilegon. Apalagi (Cilegon) RDTR (Rencana Detil Tata Ruang) Cilegon udah jelas ada. Jadi, bagaimana Apindo yang berangotakan pengusaha semua bisa datang dan menanamkan investasinya di Cilegon,” tambah Isro.
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, untuk perihal UMK (Upah Minimum Kota), investor padat karya tersebut, bisa membayar upah diangka Rp 2,3 juta atau Rp 2,8 juta atau dibawah besaran UMK Cilegon sebesae Rp 4,1 juta.
“Kalau berbicara besaran UMK, ambilnya seperti di provinsi. Kenapa? Agar investor tersebut mau datang ke Cilegon kalau besaran UMKnya diangka Rp 2,3 atau Rp 2,8 juta. Tentunya, dengan banyaknya investor padat karya, pengangguran di Cilegon bisa menurun,” ujarnya.
Menanggapi hal ini, Ketua DPK Apindo Kota Cilegon Terpilih, Tommy Rahmatullah mengaku, akan melibatkan keberadaan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenggah) untuk bisa bekerjasama dengan pelaku industri di Cilegon.
“Kita akan libatkan UMKM untuk bisa bekerjasama dengan pelaku industri di Cilegon. Dimana selama ini, keberadaan UMKM tidak pernah diikutsertakan. Contohnya, UMKM sate bandeng. Kalau ada acara industri, oleh-oleh sate bandeng bisa dipakai oleh mereka. Kedua, UMKM konveksi. Jika ada kegiatan bisa memesan kaos di umkm tersebut. Dengan begitu kan, pengangguran di Cilegon bisa menurun sesuai harapan pemerintah,” pungkas Tommy. (Ully/Red)

