20.1 C
New York
Sabtu, Mei 2, 2026
BerandaPeristiwaBGN Nyatakan Sudah Ada 8.105 SPPG yang Beroperasi Layani Makan Bergizi Gratis

BGN Nyatakan Sudah Ada 8.105 SPPG yang Beroperasi Layani Makan Bergizi Gratis

-

CILEGON, SSC – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan, sampai saat ini sudah ada 8.105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di seluruh Indonesia. Ia menyatakan, dari 29 ribu calon SPPG yang mendaftar, saat ini 9 ribu SPPG sedang diverifikasi.

“Alhamdulillah sekarang sudah ada 8.105, sedang dalam antrean 13 ribu dan yang sedang daftar dan diverifikasi ada 9 ribu. Jadi sudah 29 ribu SPPG yang sudah mendaftar sebagai mitra Badan Gizi Nasional,” ujar Dadan dalam sambutannya menghadiri Peresmian SPPG PT Krakatau Steel di Kota Cilegon, Selasa (16/9/2025).

Dadan menyatakan, seluruh SPPG yang telah terbangun merupakan kontribusi masyarakat dalam bentuk kemitraan.

“Dan alhamdulillah 100 persen seluruhnya, merupakan biaya dari mitra,” ucapnya.

Dadan mengungkapkan, saat ini salah satu badan yang menggerakkan ekonomi di masyarakat adalah Badan Gizi Nasional. Ia menyatakan, bayangkan kalau SPPG Krakatau Steel ini mengeluarkan biaya Rp 2 miliar dan memperkerjakan puluhan orang, itu artinya program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menggerakkan perekonomian di masyarakat.

“Sekarang salah satu badan yang menggerakkan ekonomi di bawah adalah badan gizi nasional. Bayangkan kalau 1 SPPG  ini mengeluarkan biaya 2 miliar dan mempekerjakan 15-30 orang, itu sudah berapa triliun yang beredar di masyarakat, sudah berapa kerja yang membangun bangunan ini,” ucapnya.

Adanya program MBG ini, kata Dadan, juga menciptakan dunia kerja. Karena satu SPPG bisa menyerap tenaga kerja 30 hingga 50 orang dan juga melibatkan minimal 15 suplier.

“Ini menciptakan juga dunia kerja, karena 1 SPPG akan mempekerjakan langsung 30 orang, 50 orang. Dan 1 SPPG butuh minimal 15 suplier, mulai suplier beras, telur bumbu, pisang dan lain lain. 1 suplier bisa memperkerjakan 15 orang. Untuk potong sayur, agar masuk di SPPG, sudah siap masak,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Dadan menyinggung tertarik datang ke SPPG Krakatau Steel. Ia menyatakan, program MBG tidak semata untuk investasi SDM berkualitas di masa depan, memberikan nutrisi kepada seluruh anak Indonesia mulai dari dalam kandungan sampai anak SMA, ibu hamil dan anak balita. Tetapi yang jauh lebih penting dari pada itu adalah membangun ekosistem.

“Termasuk orang tidak menyadari bahwa dengan MBG ini, salah satu hilirisasi yang selama ini sulit didapatkan dan sekarang tercipta dengan MBG,” ucapnya.

Salah satunya ekosistem yang dibangun itu, kata Dadan adalah foodtray yang diproduksi oleh PT Krakatau Steel. Ia mengungkapkan, kapasitas foodtray dalam negeri perbulan sebanyak 11,6 juta, sementara kebutuhan BGN empat bulan terakhir 15 juta. Ia pun berharap, PT Krakatau Steel dapat mengisi kekurangan kebutuhan foodtray itu.

“Tetap kita utamakan produsen dalam negeri, impor tidak ditutup, saya kira Krakatau Steel seharusnya salah satu bisa mengisi itu termasuk modularnya. Modular ini penting sekali karena kita sedang punya target membangun 6 ribu SPPBG dengan ukuran 10 x 15. Ada nih modularnya di seluruh Indonesia dan kami minimal ingin ada 6 ribu,” ucapnya.

Ia pun berharap agar SPPG yang dibangun PT Krakatau Steel dapat mendukung percepatan program MBG terutama di daerah terpencil. Ia menyatakan, program MBG tidak hanya menyangkut rantai pasok tapi juga tercipta industri turunan.

“Mudah-mudahan yang dibangun Krakatau Steel ini bisa flesibel sehingga bisa mendukung percepatan pembangunan gedung SPPG terutama di daerah terpencil,” ucapnya.

“Karena ini sangat penting, kita akan butuh sekitar 6 ribu SPPG di darah terpencil.  Dan saya senang hari ini hadir di sini, kami ingin memperlihatkan bahwa program MBG tidak hanya menyangkut rantai pasok tetapi industri turunan akan tercipta karena program MBG,” pungkasnya. (Ronald/Red)

 

Administrator
Administratorhttps://selatsunda.com
Selatsunda.com adalah portal berita yang menyajikan informasi terkini, baik peristiwa, pemerintahan, politik, ekonomi, hukum, maritim dan lifestyle di Banten maupun Nasional.
- Advertisment -DEWAN 2